Beginilah Repotnya Mendirikan Bank Sperma di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • uk.health.lifestyle.yahoo.net

    uk.health.lifestyle.yahoo.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia, Zaenal Abidin, mengatakan organ tubuh manusia, termasuk sperma, tidak boleh diperjual-belikan. Negara yang biasanya memperjual-belikan sperma itu memiliki bank sperma. "Di Indonesia kalau ada bank sperma, masalahnya bisa panjang,” kata Zaenal saat dihubungi Tempo, Kamis, 9 September 2015.

    Zaenal mengatakan, dari sisi hukum, bank sperma sulit diterapkan di Indonesia. Sebabnya, hukum normatif dan hukum Islam Indonesia tidak mengizinkannya. Selain itu, ada pula masalah dalam hal kemanusiaan. Bila ada wanita A yang hendak membeli atau meminta sperma dari bank sperma, maka anak itu mungkin saja tidak akan bertemu atau tahu identitas ayahnya.

    Ketika sperma dari pria yang sama digunakan oleh wanita B, artinya anak yang dilahirkan kedua perempuan itu pun bersaudara. "Ketika mungkin anak-anak yang dilahirkan oleh wanita A dan B itu menikah, kan tidak boleh dari sisi agama dan medis,” katanya. Ia mengatakan ketika dua saudara dekat menikah, kemungkinan akan ada penyakit atau masalah medis yang akan mereka alami.

    Sperma , kata Zaenal, bisa digunakan untuk diteliti. Biasanya, selain untuk pendidikan, penelitian sperma pun dilakukan oleh pria yang ingin mengetahui kondisi spermanya. Penelitian sperma pun bisa untuk keperluan reproduksi pada bayi tabung. Para pria akan meneliti kondisi sperma mereka sebelum melakukan bayi tabung.

    Program bayi tabung sudah banyak dilakukan di Indonesia. Tentu sperma yang akan digunakan dalam pembuatan bayi tabung itu harus berasal dari pasangan yang sah. "Bukan dari bank sperma, atau sperma pria lain," ucap Zaenal. Bayi tabung dinilai menjadi salah satu usaha alternatif yang dilakukan pasangan bila kesulitan memiliki anak.

    Isu jual-beli sperma sempat membuat heboh warga Yogyakarta. Mereka mendapat pesan berantai berisi ajakan menjual sperma. Dalam pesan itu disebut praktek jual-beli sperma berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Pemilik sperma diminta membawanya sejam sebelum praktikum dimulai. Siapapun yang membawa sperma akan mendapat imbalan Rp 50 ribu.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.