Fahri Hamzah: Koalisi Merah Putih Masih Relevan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fahri Hamzah. TEMPO/Imam Sukamto

    Fahri Hamzah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menampik bahwa Koalisi Merah Putih sudah tidak relevan lagi. Itu tanggapannya mengenai kondisi KMP saat ini di pemerintahan. "Kita masih relevan. Kita masih eksis," ujarnya saat ditemui di Gedung Nusantara 3 DPR pada Kamis, 4 September 2015.

    Fahri menjelaskan, hingga kini, KMP masih aktif membantu pemerintah. Contohnya, KMP mengkoordinasikan agar DPR mengesahkan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan. KMP, ucap dia, juga turut serta dalam membuat narasi tandingan. "Itu kan juga tugas mulia. Kami ini loyal pada pemerintah," tuturnya.

    Mengenai sikap Partai Amanat Nasional yang beralih mendukung pemerintah, Fahri menilai itu adalah independensi dari PAN. Ketika ditanya mengenai komentarnya terhadap sikap PAN tersebut, ia memilih tidak menjawab. "Jangan pertanyaan untuk orang lain saya yang jawab," katanya.

    Sikap PAN memang menimbulkan kontroversi dan kebingungan bagi publik. Setelah pada Selasa, 2 September 2015, mengumumkan mendukung pemerintah, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kembali mengumumkan keesokan harinya bahwa dukungan PAN kepada pemerintah tidak berarti partai tersebut keluar dari KMP.

    Saat ditanyai Tempo, Ketua Fraksi PAN DPR Mulfachri Harahap justru mengungkapkan hal yang bertentangan dengan pendapat Fahri Hamzah. Ia menuturkan koalisi, baik KMP maupun Koalisi Indonesia Hebat, dalam kenyataannya sudah tidak terlalu terlihat perbedaannya.

    "Menurut kami, KMP dan KIH sudah tak relevan lagi" ucapnya.

    MAWARDAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.