RESHUFFLE KABINET: Tak Jadi Menkopolkam, Moeldoko Berbisnis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kiri) dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (kanan) berjabat tangan seusai menandatangani naskah nota kesepahaman kerja sama TNI dan Pertamina di Jakarta, 29 Juni 2015. TNI dan Pertamina memperpanjang kerja sama terkait pengamanan obyek vital nasional strategis yang sudah terjalin sejak 2013. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Panglima TNI Jenderal Moeldoko (kiri) dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto (kanan) berjabat tangan seusai menandatangani naskah nota kesepahaman kerja sama TNI dan Pertamina di Jakarta, 29 Juni 2015. TNI dan Pertamina memperpanjang kerja sama terkait pengamanan obyek vital nasional strategis yang sudah terjalin sejak 2013. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.COJakarta - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko punya kegiatan baru setelah pensiun dari dinas militer. Moeldoko mengatakan akan berbisnis.

    "Kesibukan saya sekarang sepertinya akan mulai berbisnis. Ha-ha-ha," kata Moeldoko di Istana Negara, Kamis, 13 Agustus 2015. Moeldoko masih enggan mengatakan akan menggeluti bisnis apa.

    Moeldoko datang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo. Penghargaan yang disematkan kepadanya adalah Bintang Mahaputra Adipradana. Selain Moeldoko, beberapa tokoh yang juga mendapat penghargaan adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva.

    Terkait reshuffle, Moeldoko irit bicara. Dia juga enggan menyinggung soal jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan yang saat ini dipegang Luhut Binsar Panjaitan. Sebelumnya, Moeldoko santer disebut-sebut sebagai calon Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan pengganti Tedjo Edhy Purdijatno.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.