Demokrat Akui Bikin Rekomendasi Ganda di Pilkada Wonogiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan paparannya dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapat akbar ini diisi dengan beberapa agenda, seperti pelantikan pengurus baru hasil Kongres IV Surabaya dan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan paparannya dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat 2015 di Jakarta, 4 Juli 2015. Rapat akbar ini diisi dengan beberapa agenda, seperti pelantikan pengurus baru hasil Kongres IV Surabaya dan konsolidasi menjelang pemilihan kepala daerah serentak 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COSemarang - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto mengakui adanya dua surat rekomendasi yang diberikan kepada dua bakal calon kepala daerah di Wonogiri. Dua surat itu, kata dia, sama-sama asli dikeluarkan Pengurus Pusat Partai Demokrat.

    Dani menilai munculnya dua surat keputusan rekomendasi yang mengusung dua calon berbeda itu merupakan akibat permainan politik pada detik-detik akhir pendaftaran calon kepala daerah. “Ada sabotase antarcalon,” kata Dani kepada Tempo di Semarang, Jumat, 31 Juli 2015.

    Sebelumnya, politikus asal Wonogiri, Subandi, akan menggugat Partai Demokrat setelah gagal maju dalam pemilihan kepala daerah. Penyebabnya, Demokrat mengeluarkan surat rekomendasi ganda. Semula, Subandi berencana maju sebagai calon wakil bupati melalui Koalisi Wonogiri. Dia mengaku telah mengantongi rekomendasi dari tiga partai, yaitu PAN, Partai Demokrat, dan PKB, sebagai calon Wakil Bupati Wonogiri mendampingi Yuli Handoko.

    Namun dia kaget saat Partai Demokrat ternyata memberikan rekomendasi untuk calon lain, yakni Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha. Akibatnya, pasangan Yuli Handoko-Subandi gagal mencalonkan diri. Menurut Dani, awalnya DPP Partai Demokrat sudah memproses rekomendasi untuk pasangan Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha. Namun Wawan berkukuh hanya mau maju jika berpasangan dengan Sumaryoto.

    Lantaran Hamid-Wawan tidak ada titik temu maka keduanya dianggap mundur dari permohonan rekomendasi di Demokrat. Setelah itu, kata Dani, muncul opsi untuk mengajukan calon pasangan Yuli Handoko-Subandi. Proses pun berjalan mulai dari pengurus cabang hingga pusat. “Rekomendasi pun turun,” ujar Dani. Namun, saat Sumaryoto mengundurkan diri, Hamid dan Wawan sepakat untuk maju bersama.

    Kabar itu membuat Demokrat galau karena terancam tak bisa mengusung calon kepala daerah. Sebab, kursi Demokrat di DPRD Wonogiri tak cukup untuk mengusung calon sendiri. Akibatnya, Demokrat mengeluarkan rekomendasi lagi kepada Hamid-Wawan, sehingga muncul dua rekomendasi. Pertama untuk pasangan Yuli Handoko-Subandi dan pasangan Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha.

    Dani menyatakan Demokrat khawatir, karena PAN sudah mengajukan Hamid-Wawan, maka pasangan Yuli Handoko-Subandi terancam tak memenuhi syarat untuk diusung sebagai calon kepala daerah. Menurut Dani, masalah tersebut akan segera diselesaikan. Dalam pilkada di Wonogiri, hanya ada dua pasangan yang mendaftar, yakni pasangan Joko Sutopo-Edy Santoso yang didukung PDI Perjuangan dan Partai NasDem, dan pasangan Hamid Noor Yasin-Wawan Setya Nugraha yang diusung PKS, PAN, Gerindra, dan Demokrat.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.