Penembakan di Tolikara, Polisi Lakukan Uji Balistik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para korban tertembak dalam rusuh Tolikara pada Jumat, 17 Juli 2015 lalu. Mereka rata-rata menderita luka tembak di bagian kaki dan tangan terkena serphan peluru. Dari 11 orang yang jadi korban tertembak, ada enam yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dok 2 Kota Jayapura, Papua, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    Para korban tertembak dalam rusuh Tolikara pada Jumat, 17 Juli 2015 lalu. Mereka rata-rata menderita luka tembak di bagian kaki dan tangan terkena serphan peluru. Dari 11 orang yang jadi korban tertembak, ada enam yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Dok 2 Kota Jayapura, Papua, 22 Juli 2015. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.COJakarta - Mantan Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Yotje Mende mengatakan polisi sudah memeriksa 30 anggota Polri terkait dengan peristiwa kerusuhan di Tolikara, Provinsi Papua, pada Jumat, 17 Juli 2015. “Ini bagian dari pemeriksaan internal kami,” kata Yotje, yang baru menyerahkan jabatan Kapolda Papua kepada Paulus Waterpaw hari ini di Mabes Polri, Jakarta.

    Sebanyak 12 anggota Gereja Injili di Indonesia (GIDI) tertembak dalam kerusuhan itu. Satu di antaranya bahkan meninggal karena terkena tembakan di perut. Bentrokan pecah setelah GIDI memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Komando Rayon Militer (Makoramil) 1702-11, Karubaga, Tolikara.

    Mereka berdalih telah memberitahukan agar kegiatan ibadah Lebaran tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.

    Yotje menyesalkan ada yang menjadi korban tembak dan ada pula korban meninggal. Menurut dia, ke-30 anggota Polri itu sudah diperiksa dan senjata mereka pun sudah dibawa untuk dilakukan uji balistik. “Kami sudah kumpulkan dan sedang diproses uji balistik bersama tim laboratorium forensik di Semarang,” ujarnya. 

    Saat ini, kata Yotje, kondisi di Tolikara sudah pulih. “Tidak ada masalah baru lagi yang muncul. Semoga terus aman,” tuturnya.

    Pada acara serah-terima jabatan Kapolda Papua lama antara Yotje Mended dan Kapolda Papua baru, Paulus Waterpaw, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti meminta agar masalah Tolikara dituntaskan. Kemarin, kata Badrodin, ada empat pendeta yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun mereka tidak hadir. “Kemungkinan Senin nanti akan kita lakukan pemeriksaan,” ucap Badrodin. 

    Kamis, 23 Juli 2015, Kepolisian Daerah Papua menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Tolikara. Mereka diduga sebagai provokator yang mengerahkan massa sehingga terjadi kerusuhan. Dua tersangka tersebut adalah Arianto Kogoya, 26 tahun, dan Jumdi Wanimbo.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.