Minggu, 22 September 2019

Di Papua, Daerah Rawan Kelompok Bersenjata Dijaga Tim Khusus

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Papua Boy Rafli Amar. TEMPO/Subekti

    Kapolda Papua Boy Rafli Amar. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah terjadi serangkaian serangan di Papua, kepolisian menempatkan tim khusus di sejumlah tempat yang dianggap rawan kelompok bersenjata. Tim khusus pengamanan tersebut berisi gabungan anggota Polri dan TNI.

    “Kami tempatkan tim khusus di beberapa daerah yakni Puncak Jaya, Puncak, Nduga, Tolikara, dan Wamena, untuk pengamanan,” kata Kepala Kepolisian Papua Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Sabtu, 30 Juni 2018.

    Baca: Polisi Hilang Pasca-Pilkada Papua, Polda Turunkan 100 Personel

    Pada 25 Juni lalu, sebuah pesawat Twin Otter Trigana yang disewa Korps Brigade Mobil ditembak orang tak dikenal saat mendarat di Bandara Keneyam, Nduga, Papua. Dalam peristiwa tersebut, menurut dia, pilot pesawat yaitu Kapten Ahmad Abdillah mengalami luka tembak di bagian punggung.

    Pesawat Brimob ini berangkat dari Bandara Wamena, Jayawijaya dan mendarat di Bandara Keneyam sekitar pukul 09.40 WIT. Pada saat pesawat menuju taxi out untuk parkir, sekitar 15 orang tak dikenal mulai menembaki sisi kiri badan pesawat atau sekitar pukul 10.00 WIT.

    Tak hanya menembaki pesawat saja, para pelaku juga melakukan kontak senjata di sekitar kawasan bandara. Kelompok itu kemudian menyerang masyarakat saat melarikan diri ketika dikejar aparat seusai menembaki pesawat. Akibatnya, berdasarkan laporan yang diterima, lima warga sipil tertembak. Tiga di antaranya meninggal. Sedangkan dua warga lainnya, dirawat di puskesmas setempat.

    Baca: 2 Polisi Hilang seusai Penyerangan di Papua, Belum Ditemukan

    Beberapa hari kemudian, atau tepat pada pelaksanaan pilkada pada 27 Juni, sejumlah penembakkan terjadi di beberapa wilayah berbeda. Di sekitar Bandara Keneyam, Nduga, kelompok tersebut melakukan penembakan tak terarah. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.

    Di hari yang sama, seorang warga dan aparat di Distrik Torere, Kabupaten Puncak Jaya juga ditembaki oleh kelompok bersenjata itu. Kepala distrik yang membawa surat suara tewas. Sedangkan, dua anggota polisi hingga kini masih dinyatakan hilang.

    Kelompok bersenjata itu juga menembak tukang ojek di Distrik Waegi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Rabu siang waktu setempat, 27 Juni 2018. Warga Probolinggo, Jawa Timur itu tewas tertembus timah panas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe