Benahi Fasilitas Tolikara, Presiden Salurkan Rp 1 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Mendagri Cahyo Kumolo, Menag Lukman Hakim Syaifudin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjianto, dan Kepala BIN Sutiyoso memberikan keterangan pers terkait insiden Tolikara, di Istana Negara, Jakarta, 22 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    Kiri-kanan: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Mendagri Cahyo Kumolo, Menag Lukman Hakim Syaifudin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menko Polhukam Tedjo Edy Purdjianto, dan Kepala BIN Sutiyoso memberikan keterangan pers terkait insiden Tolikara, di Istana Negara, Jakarta, 22 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan Presiden Joko Widodo memberikan bantuan dana sebesar Rp 1 miliar untuk membangun kembali fasilitas yang terbakar di Kabupaten Tolikara, Papua.

    Presiden, kata Gatot, menargetkan pembangunan kembali selesai dalam satu bulan. "Presiden telah memberikan bantuan Rp 1 miliar untuk membangun kembali kios-kios dan masjid. Bahkan akan menambah kios 15 lagi untuk putra daerah, jadi mereka akan berjualan di sana," ujar Gatot di Istana Negara, Rabu, 22 Juli 2015.

    Gatot mengatakan saat ini wilayah Tolikara masih dijaga aparat keamanan melalui koordinasi dengan kepolisian. Menurutnya, situasi di sana relatif kondusif.

    Rabu, 21 Juli 2015, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Bupati Tolikara Usman Manimbau telah meletakkan batu pertama untuk pembangunan masjid sebagai pengganti bangunan musala yang terbakar. Masjid itu akan dibangun di halaman komando rayon militer (koramil). Menurut data Kementerian Sosial, 63 kios terbakar dan 153 jiwa mengungsi di halaman koramil dan polres setempat. Mereka telah diberikan bantuan sosial oleh pemerintah.

    Bentrokan terjadi pada Jumat pagi, 17 Juli 2015, ketika puluhan orang yang diduga anggota jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) memprotes penyelenggaraan salat Id di lapangan Markas Koramil 1702-11/Karubaga. Mereka beralasan telah mengeluarkan surat pemberitahuan agar ibadah Lebaran itu tak dilaksanakan di daerah tersebut karena berbarengan dengan acara seminar dan kebaktian kebangunan rohani (KKR) pemuda GIDI.

    Polisi yang mengamankan lokasi salat sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun massa mengamuk hingga menyebabkan puluhan kios dan satu rumah ibadah di sekitar lapangan habis terbakar. Seorang korban tewas dan belasan lainnya luka-luka terkena peluru.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.