Semua Penerbangan dari Australia ke Bali Dibatalkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    Gunung Raung mengeluarkan asap solfatara dilihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, 2 Juli 2015. ANTARA/Budi Candra Setya

    TEMPO.CO, Jakarta - Semua penerbangan ke Bali dari Australia dibatalkan akibat penutupan Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, menyusul meletusnya Gunung Raung. 

    Maskapai penerbangan Garuda dan Air Asia menjadwalkan ulang penerbangan mereka dari Australia, Jumat, 10 Juli 2015. Sehari sebelumnya, langkah serupa dilakukan maskapai penerbangan Australia, yakni Virgin dan Jetstar.

    “Para penumpang telantar di bandara-bandara di seluruh negeri selama beberapa jam menunggu kepastian informasi penerbangan mereka,” tulis surat kabar The West Australian.

    Penerbangan Garuda GA727 menuju Denpasar bersama AirAsia QZ535 dan QZ549 dibatalkan. Garuda menyatakan semua penerbangannya ke Denpasar dibatalkan hingga paling cepat pukul 22.00 hari ini, 10 Juli 2015.

    Namun beberapa penumpang yang ingin berlibur ke Bali menyatakan masih ingin meneruskan perjalanan. “Kami masih menunggu hingga siang ini,” kata Michelle Williams, salah seorang penumpang yang ingin terbang ke Bali, seperti dilaporkan The West Australian.

    Baca juga: 
    Kisah  Tragis Ayu dan Belasan Gadis yang Dibawa ke Hotel, Dijebak
    Kagumi Indonesia, Manny Pacquiao ke Rumah Mbah Marijan

    Williams berencana menggunakan maskapai penerbangan Jetstar ke Bali pada Sabtu, tapi mengubahnya menjadi AirAsia ketika Jetstar membatalkan layanannya. “Kami menunda penerbangan beberapa jam,” katanya. “Kami mendapatkan informasi melalui pesan teks dan e-mail dari Air Asia. Mereka cukup baik dalam memberikan informasi kepada kami.”

    Dia menyatakan tidak terlalu khawatir ihwal debu ataupun awan akibat letusan gunung. “Sepertinya letusan itu sangat buruk, sehingga mereka memutuskan tidak terbang sama sekali,” katanya.

    Virgin Australia membatalkan semua penerbangan dari dan ke Denpasar hari ini. Mereka menyatakan akan mengkaji kembali keputusan itu untuk menentukan apakah penerbangan bisa dilanjutkan pada Sabtu, 11 Juli 2015. “Tim meteorologi kami bekerja sama erat dengan Pusat Informasi Debu Vulkanis di Darwin dan memonitor situasi,” kata Virgin Australia dalam pernyataannya.

    Jika dapat kembali beroperasi besok, Virgin akan menyediakan layanan penerbangan tambahan.

    Jetstar membatalkan sejumlah penerbangan, antara lain JQ43 dari Melbourne ke Denpasar, JQ44 dari Denpasar ke Melbourne, JQ110 dari Perth ke Denpasar, JQ109 dari Denpasar ke Perth, JQ106 dari Perth ke Denpasar, JQ82 dari Denpasar ke Darwin, JQ83 dari Darwin ke Denpasar, dan JQ107 dari Denpasar ke Perth.

    Pembatalan tersebut menyebabkan banyak warga yang ingin pulang ke Australia terpaksa memperpanjang masa tinggalnya di Bali. Brendan McCarthy diberitahu penerbangannya dari Bali yang dijadwalkan Jumat lalu baru akan dibuka paling cepat Senin mendatang. Penumpang lainnya bahkan diberitahu bahwa penerbangan mereka ditunda hingga 23 Juli mendatang.

    “Kami sudah berada di sini selama dua pekan. Kami telah berpindah penginapan tiga kali,” kata McCarthy seperti dilaporkan AAP.

    Selain meninggalkan pekerjaan, McCarthy bersama kekasihnya harus merogoh kocek tambahan, yang mereka harap bisa diganti oleh asuransi perjalanan. “Liburan yang luar biasa berakhir buruk,” kata Mc Charthy.

    THE WEST AUSTRALIAN | NATALIA SANTI

    Baca juga:
    Pastikan Kematian Angeline, Margriet Injak Kaki dan...
    Pria Sydney Akhirnya Bongkar Peran Putri Margriet



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.