Warga Kembalikan 8,4 Ton Raskin Tak Layak Konsumsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi seorang anak yang ikut mengantri mendapatkan jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). Setiap rumah mendapat jatah beras raskin itu sebanyak 2 kg. Warga mendapat jatah Raskin setiap satu bulan sekali. TEMPO/Prima Mulia

    Ekspresi seorang anak yang ikut mengantri mendapatkan jatah beras Raskin yang dibagikan gratis di kawasan Babakan Ciparay, Bandung, Jawa Barat (23/5). Setiap rumah mendapat jatah beras raskin itu sebanyak 2 kg. Warga mendapat jatah Raskin setiap satu bulan sekali. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Sebanyak 8,4 ton beras untuk warga miskin terungkap tak layak dikonsumsi di Bojonegoro, Jawa Timur. Beras itu sempat dibagikan kepada warga di Desa Jumok, Kecamatan Ngraho, sebelum akhirnya dikembalikan dan minta diganti.

    Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Hendri Fuiser mengatakan, beras yang terkumpul dalam 562 karung berasal dari stok Maret 2014 milik Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) III Bojonegoro. “Kami telah menyitanya dan memintai keterangan sopir truk pengangkutnya,” Hendri, Kamis, 11 Juni 2015.

    Awalnya raskin jatah untuk Desa Jumok, Kecamatan Ngraho, dibagi-bagikan di Kantor Desa setempat. Pembagian langsung dari bagian distribusi dari Bulog Subdivre Bojonegoro dan diterima perangkat Desa Jumok.

    Tapi, setelah dilakukan pengecekan, ternyata sebagian raskin di dalam karung tersebut bermutu jelek dan kekuning-kuningan. Pihak perangkat desa kemudian protes ke petugas Bulog Subdivre Bojonegoro. Dari protes warga itu, beras sebanyak 8,4 ton, langsung dilakukan pengecekan semua.

    Oleh petugas Bulog Subdivre Bojonegoro, beras langsung ditarik kembali dari warga. Selanjutnya, diganti dengan raskin yang lebih baik untuk warga Desa Jumok.

    Kepala Desa Jumok, Imam Mukmin Arifin, membenarkan jika ada protes dari warganya akibat beras berkualitas buruk itu pada Rabu 10 Juni 2015. “Tapi, saya kira masalahnya sudah selesai,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2015.

    Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Efdal Marlius Sulaiman mengatakan, pihaknya terbuka untuk masalah ini. Misalnya, jika terdapat beras yang kebetulan mutunya kurang bagus, maka pihak Bulog langsung melakukan pergantian. “Jadi, kami akomodatif,” ujarnya yang dihubungi Tempo Kamis, 11 Juni 2015.

    Efdal mengatakan, dalam penyalurannya, beras diambil milik dari gudang Bulog dan dititipkan ke gudang milik satu rekanan Bulog di kawasan Kecamatan Kalitidu. Sedangkan beras itu stok timbunan sejak Maret 2014 lalu. Di gudang serupa milik rekanan Bulog juga masih terdapat ratusan ton yang ditempatkan di karung. “Jadi, mungkin ada yang mutunya kurang bagus. Tetapi, tetap kami ganti,” katanya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.