Calon Suami Wina Lia Blakblakan Soal Pernikahannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Endang Titin Wapriyustia, pemilik Salon di Solo, JAwa Tengah. Endang mengaku sebagai istri sah dari Redi Eko Saputra, pria yang akan membeli rumah milik Wina Lia Yogyakarta. Tempo/Ahmad Rafiq

    Endang Titin Wapriyustia, pemilik Salon di Solo, JAwa Tengah. Endang mengaku sebagai istri sah dari Redi Eko Saputra, pria yang akan membeli rumah milik Wina Lia Yogyakarta. Tempo/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Redi Eko Saputro, calon suami Wina Lia, wanita yang menjual rumah mewahnya di Sleman, mengakui jika dia pernah menikah dengan wanita bernama Endang Titin Wapriyustia. Pernikahan tersebut menurut Redi tak sesuai dengan harapannya sehingga hanya berjalan singkat, 20 hari saja.

    "Benar saya menikah dengan Titin (panggilan Endang) dan itu sangat singkat 20 hari, setahun lalu," kata Redi saat dihubungi Tempo, Jumat, 22 Mei 2015.

    Pernikahan Redi dengan Endang digelar pada 8 Maret 2014. Tanggal tersebut, menurut Redi, merupakan tanggal pernikahan ketiga yang ditentukan Endang sebelum dia mau menikahi temannya sejak SMP tersebut.

    "Pernikahan saya singkat kenapa? Pernikahan saya itu, sebelumnya kan gagal. Saat menikah lagi di usia yang 40-an ini, saya belum menghendaki harus lebih tahu banyak sosok Titin," kata Redi.(Baca: Pemilik Iklan Beli Rumah Bonus Istri Diburu Intel)

    Redi mengaku meski sudah mengenal Endang sejak keduanya duduk di bangku SMP, untuk menjadikan Endang sebagai istri, dia perlu mengenali karakter calonnya itu lebih jauh lagi. Apalagi dia sempat gagal membangun rumah tangga sebelumnya. "Saya tak diberikan keleluasaan untuk menilai Titin lebih dalam, dengan umur seperti saat ini kan saya tak mau pernikahan kembali gagal," ujar Redi.

    Menurut Redi, awalnya Endang sempat menentukan tanggal pernikahan secara sepihak, yakni 23 November 2013. Alasannya tanggal tersebut dianggap Endang baik karena momennya bertepatan dengan tanggal hari ulang tahunnya. "Saya batalkan tanggal itu, Titin enggak kehabisan ide, dia minta nikah 28 Februari 2014. Lagi-lagi ditentukan sepihak dan saya tolak," kata Redi.

    Redi mengaku heran dengan tindakan Endang yang memaksakan dan menetapkan tanggal pernikahan sesuka hati. "Saya bingung kenapa dipaksa nikah, itu sudah dua kali saya batalkan, alasan saya kan jangan buru-buru ingin tahu banyak supaya langgeng," ujar Redi.(Baca: Endang: Mau Nikahi Wina Lia, Ceraikan Dulu Saya!)

    Tapi akhirnya Redi mengalah saat Endang mengajukan tanggal pernikahan ketiga kalinya, yakni 8 Maret 2014. "Saya mengalah karena saya berpikir mungkin penilaian saya bisa dilanjutkan setelah pernikahan, tapi ternyata apa yang saya mau nggak sesuai keinginan," kata Redi.

    Redi mengaku kecewa dengan sosok Endang yang tak bisa memenuhi harapannya untuk bersama-sama membangun rumah tangga yang sakinah. "Saya inginnya istri yang bisa mendekati diri pada yang Kuasa, bekal mati kan nanti iman," ujar Redi yang menjelaskan kalau Endang sulit diajak beribadah.

    Redi adalah calon pembeli rumah Wina Lia seharga Rp 999 juta. Sebelumnya, Wina memasang iklan unik. Dia menjual rumahnya sekaligus bersedia dinikahi oleh pembelinya. Wina saat itu memasang syarat pria yang ingin menikahinya harus berstatus lajang atau duda. Sementara Titin atau Endang Titin Wapriyustia adalah istri kedua Redi, yang diakui Redi sempat dinikahinya selama 20 hari saja.

    Di lain pihak, Endang mengatakan pernikahannya dengan karyawan salah satu bank BUMN memang tak berjalan mulus. Setelah menikah, Redi kembali ke Lampung, sedangkan Endang tetap berada di Solo. "Ketemu sebulan sekali," kata Endang.

    Endang pun kaget saat melihat tayangan televisi yang memberitakan suaminya hendak menikahi Wina Lia, janda yang menjual rumah sekaligus bersedia dinikahi oleh pembelinya. Lebih kaget lagi, kepada Wina, suaminya mengaku sebagai duda.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.