Lurah Kebon Jeruk: PSK Saritem Bukan Warga Kami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berjaga disamping PSK asal Maroko di Kantor Imigrasi wilayah Bogor, Jawa Barat, 4 Desember 2014. Sebanyak 19 perempuan PSK asal Maroko tersebut ditangkap di wilayah Puncak Bogor karena menyalahgunakan visa turis dengan bekerja sebagai PSK. ANTARA/Jafkhairi

    Petugas berjaga disamping PSK asal Maroko di Kantor Imigrasi wilayah Bogor, Jawa Barat, 4 Desember 2014. Sebanyak 19 perempuan PSK asal Maroko tersebut ditangkap di wilayah Puncak Bogor karena menyalahgunakan visa turis dengan bekerja sebagai PSK. ANTARA/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bandung - Lurah Kebon Jeruk, Bandung, Cecep Rusmana, menyatakan pekerja seks yang terjaring dalam penggerebekan pada Rabu malam, 20 Mei 2015, bukan warganya. "Mereka dari luar. Tak satu pun warga saya yang terkena razia," kata Cecep, Kamis, 21 Mei 2015.

    Dia mengaku bersyukur para pekerja seks tersebut digelandang oleh polisi. Menurut Cecep, kehadiran mereka membuat resah warganya. Dia juga mengaku tak bisa menertibkan penjaja seks tersebut.

    Lantaran bertugas sebagai lurah di wilayah itu, Cecep mengaku kerap dipanggil lurah Saritem. Lokalisasi Saritem termasuk wilayah Kelurahan Kebon Jeruk. Bahkan sindiran sering terlontar dari para lurah daerah lain

    "Awalnya, saya tersinggung dijuluki sebagai lurah Saritem bahkan sempat marah, tapi lama-lama kebal juga sering disindir," ujar Cecep.

    Menurut dia, tak satu pun warganya yang terjaring dalam razia semalam. "Saya punya data akurat bahwa warga saya tidak ada yang terjaring karena menjadi PSK," ujar Cecep.

    Para PSK yang terkena razia akan segera dipindahkan guna menjalani rehabilitasi di dua panti. "Para PSK akan diberi pengarahan berupa bimbingan selama 3 bulan," kata Medi Mahendra, Sekretaris Dinas Sosial, Kota Bandung.

    DWI RENJANI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.