Siswi SMP Dijual Temannya dan Diperkosa di Tengah Sawah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    Ilustrasi. tuoitrenews.vn

    TEMPO.CONganjuk - Seorang pelajar sekolah menengah pertama di Nganjuk, Jawa Timur, menjual teman sekolahnya ke pria hidung belang, dua pekan lalu. Alih-alih mendapat uang, korban malah diperkosa dan ditinggal di area persawahan.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk Ajun Komisaris Hendra Krisnawan mengatakan anggotanya menangkap seorang pelajar SMP kelas II berinisial BL, 15 tahun, yang menjual teman sekolahnya berinisial TS, 14 tahun, kepada pria hidung belang. Praktek prostitusi ini terbongkar setelah orang tua TS melapor ke polisi.

    “Korban dijual kepada seorang lelaki dewasa dengan imbalan sebuah telepon genggam,” kata Hendra, Senin 18 Mei 2015.

    Peristiwa ini bermula ketika dua pekan lalu S berkeluh kesah kepada BL,  sahabat karibnya. Entah kisah apa yang diceritakan korban, BL kemudian menawarkan kepada TS untuk mendapatkan telepon genggam dengan syarat bersedia diajak berhubungan intim.

    Korban, yang diduga tengah galau, menyetujui tawaran itu hingga terlibat transaksi seksual dengan pria dewasa berinisial AG, 22 tahun.

    Usai ke rumah AG dan melakukan hubungan intim, korban pun menerima sebuah ponsel milik AG sesuai kesepakatan. Celakanya, AG, yang memiliki niat jahat kepada korban, mengundang dua teman laki-lakinya yang berusia 22 dan 24 tahun.

    Mereka kemudian memaksa korban menenggak minuman keras dan menyetubuhinya di areal persawahan. Usai melampiaskan nafsu, korban ditinggal begitu saja tanpa diberi uang sepeser pun.

    Perbuatan tersebut memancing kemarahan orang tua korban, yang kemudian melapor ke polisi. Pada Minggu, 17 Mei 2015, polisi meringkus BL, yang diduga sebagai muncikari, beserta tiga pria hidung belang yang menyetubuhi korban.

    "Kami masih dalami apakah BL baru pertama kali ini menjual temannya atau tidak," kata Hendra.

    Keempat pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.