Di Kupang, Siswa Kebingungan Soal Ujian Nasional Tak Lengkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswi menangis, saat meminta restu bapak dan ibu guru. Para siswa siswi menggelar acara doa bersama, untuk menyambut Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar di halaman sekolah mereka. Solo, 15 Mei 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    Seorang siswi menangis, saat meminta restu bapak dan ibu guru. Para siswa siswi menggelar acara doa bersama, untuk menyambut Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar di halaman sekolah mereka. Solo, 15 Mei 2015. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Kupang - Siswa sekolah dasar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hari ini kebingungan dengan tiga soal Bahasa Indonesia yang tak ada wacana (narasi). Akibatnya, siswa tidak bisa menjawab pertanyaaan soal tersebut.

    "Ada tiga soal yang membingungkan siswa karena tak ada wacana, tapi ada pertanyaan," kata Kepala SD Kelapa Lima 1, Justina Longa, kepada wartawan, Senin, 17 Mei 2015.

    Justina mengatakan telah meminta kepada siswa agar melewatkan tiga soal tersebut. Adapun pihaknya akan membuka berita acara karena soal yang diberikan tak ada jawabannya. "Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar siswa tidak mengerjakan tiga soal itu," katanya.

    Kepala Dinas Pendidikan NTT Piter Manuk mengatakan Dinas telah meminta kepada SD Kelapa Lima I untuk membuat berita acara terkait dengan ketiadaan wacana pada tiga soal tersebut. "Akan dibuatkan berita acara," katanya.

    Piter mengaku sedang memantau pelaksanaan Ujian Nasional di Pulau Sumba. Ia menegaskan, "Semua masalah yang ditemukan akan dibuatkan berita acara."

    Pelaksanaan Ujian Nasional di NTT diikuti 124 ribu siswa sekolah dasar. Ujian terselenggara sejak hari ini hingga Rabu, 20 Mei 2015.

    Mata pelajaran yang akan diuji pada hari pertama ujian adalah Bahasa Indonesia, menyusul Matematika untuk hari kedua, dan Ilmu Pengetahuan Alam pada hari terakhir. Pelaksanaannya dimulai tepat jam 08.00 Wita hingga 10.00 Wita. Pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama ini berjalan lancar dan aman.

    YOHANES SEO


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.