Pengamat Sarankan Jokowi Merapat ke Koalisi Merah Putih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (ketiga kanan) saat mengikuti acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada kader PAN yang sukses melaksanakan Kongres PAN di Bali. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (ketiga kanan) saat mengikuti acara Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional di Jakarta, 6 Mei 2015. Jokowi menyampaikan ucapan selamat kepada kader PAN yang sukses melaksanakan Kongres PAN di Bali. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru besar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Tjipta Lesmana, mengatakan Presiden Joko Widodo sebaiknya segera mendekati lawan politiknya di Koalisi Merah Putih agar dukungan terhadap pemerintah menguat. Jika tidak, kata Tjipta, Jokowi rentan digulingkan.

    "Meski terus mengkritik, kita tak boleh kebiasaan menjatuhkan Presiden. Makanya Jokowi harus perlebar kekuatan di KMP," kata Tjipta dalam diskusi buku Republik Komedi 1/2 Presiden di Jakarta, Ahad, 10 Mei 2015.

    Beberapa hasil sigi lembaga survei menyatakan publik mulai kecewa terhadap kinerja pemerintah. Sigi Poltracking Maret lalu menunjukkan sebanyak 48,5 persen masyarakat tak puas dengan kinerja keseluruhan pemerintahan Jokowi-JK. Selain itu, sebanyak 41,8 persen masyarakat setuju dengan wacana perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Menurut survei, publik menilai salah satu cara untuk memperbaiki tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah yaitu dengan pergantian menteri di kabinet.

    Tjipta mendorong Jokowi melakukan reshuffle secepatnya. Namun, ia meminta agar Jokowi menempatkan orang-orang berkompeten dalam kementerian yang tepat. "Jika tidak, nanti akan ada reshuffle berikutnya, dan terus begitu," kata Tjipta.

    Ia melihat Jokowi belakangan mulai akrab dengan petinggi partai koalisi nonpemerintah. Misalnya, saat Rakernas Partai Amanat Nasional pekan lalu, Jokowi hadir memberi sambutan. "Saya dengar Presiden main mata dengan Gerindra dan PAN. Itu bagus."

    Setali tiga uang, Direktur Eksekutif Indobarometer M. Qudori menyarankan agar Jokowi memperluas dukungan dari KMP. "Dia bisa lebih banyak mendapat pilihan orang berpotensi dan dukungan politik," kata dia. "Tapi ada kompensasinya atau pengikat politik, misal diberi jatah menteri," kata Qodari.

    PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.