Sabda Raja, Pembayun Jadi Calon Pengganti HB X?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Wikimedia.org

    Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Wikimedia.org

    TEMPO.CO , Yogyakarta: Anak sulung Raja Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun, akhirnya dinobatkan sebagai putri mahkota sekaligus calon pengganti Sultan.

    Penobatan tersebut dikemukakan Sultan dalam Sabdaraja yang kembali diucapkan di Sitihinggil, Keraton Yogyakarta pada Selasa, 5 Mei 2015 pukul 11.00. Belum ada sepekan, Sultan juga telah mengucapkan Sabdaraja pada 30 April 2015 lalu.

    Kerabat keraton itu mengatakan penjelasan Sabdaraja tersebut disampaikan di Keraton Kilen yang merupakan kediaman Sultan.

    “Ada dhawuh (perintah) Sultan mengangkat GKR Mangkubumi sebagai calon penggantinya. Dan penggantinya itu harus berasal dari pancernya (keturunan langsung),” kata kerabat keraton yang menolak disebut identitasnya itu kepada Tempo, Selasa, 5 Mei 2015.

    Berdasarkan status dari akun Facebook anak keempat Sultan, GKR Hayu, yang tidak hadir karena berada di Amerika, dia mengucapkan selamat pada kakaknya yang mempunyai gelar lengkap Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng ing Mataram.

    Namun, lanjut kerabat keraton itu, Sultan tidak lagi menyebut penobatan Pembayun sebagai penggantinya itu merupakan petunjuk dari Allah SWT.

    Orang-orang yang hadir dalam acara itu adalah keluarga keraton, seperti permaisuri GKR Hemas, Kanjeng Raden Tumenggung Yudhohadiningrat, termasuk anak-anak Sultan, seperti GKR Pembayun, GKR, Candrakirana, GKR Maduretno, dan GKR Bendara.

    Juga para menantu Sultan, seperti Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro dan KPH Purbodiningrat serta putra mahkota Kadipaten Puro Pakualam, Kanjeng Bendara Pangeran Haryo Suryodilogo.

    Sedangkan adik-adik Sultan, baik yang satu ibu seperti Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto maupun beda ibu, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dan GBPH Yudhaningrat, tidak hadir.

    “Gusti Hadiwinoto tadi ditelepon katanya sedang on the way. Mungkin macet,” kata Yudhahadinigrat, yang biasa disapa dengan Romo Nur.

    Namun, dia menolak menjelaskan isi Sabdaraja tersebut. Alasannya, karena dia tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan. “Sabdarajanya hanya satu poin. Tadi dibacakan sekitar dua menit,” kata Romo Nur.

    Yudhaningrat saat ditelepon mengatakan tengah berada di Surakarta. Adik tiri Sultan yang menjabat sebagai Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Pemerintahan itu menyatakan belum mendengar isi Sabdaraja.

    Sedangkan Prabukusumo menolak untuk memberikan tanggapan. “Adik-adik dari Jakarta mau ke Yogya besok. Lusa mungkin baru ada sikap,” kata Prabukusumo.

    PITO AGUSTIN RUDIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.