Minggu, 18 November 2018

Bentrok Lampung Timur, Suasana Masih Mencekam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusuhan warga antar desa di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, 7 Februari 2015. Tempo/Nurochman Arrazie

    Kerusuhan warga antar desa di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, 7 Februari 2015. Tempo/Nurochman Arrazie

    TEMPO.CO, Lampung Timur - Ratusan aparat keamanan gabungan masih disiagakan di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu, 07 Februari 2015. Mereka menjaga kemungkinan aksi penyerangan warga desa Negara Nabung, Kecamatan Sukadana yang sebelumnya berhasil dihalau polisi. "Masih akan terus disiagakan hingga situasi benar-benar kondusif. Patroli juga digiatkan,"  kata Kepala Polres Lampung Timur Ajun Komisaris Besar Juni Duarsah, Sabtu, 07 Februari 2015.

    Sebanyak 300-an anggota Polres Lampung Timur, satu kompi Brigade Mobil Polda Lampung serta puluhan anggota Komando Distrik Militar Lampung Timur berjaga-jaga dengan menenteng senjata lengkap. Mereka menjaga di setiap sudut desa dan pintu masuk ke Kecamatan Purbolinggo. Mereka memeriksa setiap warga dan kendaraan yang masuk ke daerah itu. "Perdamaian sedang diupayakan dengan mempertemukan sejumlah tokoh dan perwakilan warga yang bertikai," katanya.

    Dia berharap kedua belah pihak yang bertikai bisa menahan diri dan tidak termakan berbagai isu dan ajakan yang beredar melalui pesan singkat berantai dan media sosial. Saat ini, kata, dia polisi sudah siap mengambil tindakan tegas bagi siapa saja yang mengancam keselamatan dan keamanan warga. "Tembak di tempat. Saya sudah perintahkan seluruh anggota tidak ragu-ragu bertindak,"  katanya.

    Sementara ribuan warga Purbolinggo sejak tadi malam terus berjaga-jaga. Mereka menjaga setiap mulut gang yang dikhawatirkan menjadi pintu masuk warga Negara Nabung, Kecamatan Sukadana untuk menyerang kembali seperti sehari sebelumnya. "Fokus kami hanya menjaga rumah. Kami serahkan kepada aparat keamanan untuk menghalau penyerang," kata Rusmanto, salah seorang warga Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo.

    Warga juga melakukan roda keliling secara bergantian meski sejak tadi malam Lampung Timur diguyur hujan lebat. Sementara itu tadi malam sejumlah tokoh adat dan masyarakat serta perwakilan warga melakukan pertemuan di Markas Polres Lampung Timur. "Kami berharap cepat selesai dan tidak berlarut. Kami ingin hidup rukun, tenteram, dan aman," katanya.

    Pertemuan itu menyepakati untuk tidak saling menyerang dan menyerahkan proses hukum bagi para pelaku tindak kejahatan ke aparat penegak hukum. Para pelaku penganiayaan terhadap tiga remaja yang kedapatan mencuri juga akan diproses secara hukum. "Saya mengimbau kepada warga untuk menahan diri dan menyerahkan semuanya kepada aparat," kata Bupati Lampung Timur Erwin Arifin.

    Sebelumnya ratusan warga Desa Negara Nabung, Kecamatan Sukadana menyerbu desa Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Mereka menuntut balas atas penganiayaan terhadap tiga remaja yang kedapatan mencuri di sebuah toko di Pasar Taman Asri. Bentrokan antar warga berhasil dicegah karena polisi berhasil menghalau massa penyerang hingga kembali ke desa mereka yang berjarak tujuh kilometer.

    Suasana mencekam masih terasa hingga saat ini. Sebagian warga terutama kaum perempuan dan anak-anak yang berada di perbatasan antara Kecamatan Sukadana dan Purbolinggo telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka tampak ketakutan dan trauma menyaksikan bentrokan antar warga dengan polisi Jumat petang, 06 Februari 2015 kemarin.

    NUROCHMAN ARRAZIE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.