Geram, Fadli Zon: Hanya Tuhan yang Mengevaluasi KPK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menuduh Komisi Pemberantasan Korupsi menggunakan abuse of power atas penetapan tersangka Kepala Kepolisian RI terpilih, Komisaris Jenderal Budi Gunawan. KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi sesaat setelah Jokowi mengusulkan namanya ke DPR.

    "Ini kasus lama, 2006, mengapa baru sekarang. Sudah sembilan tahun berjalan, kenapa baru sekarang?" ujar Fadli di Istana Negara, Senin, 19 Januari 2015. (Baca: Tejo Tuding KPK Sengaja Gagalkan Budi Gunawan)

    Menurut Fadli, KPK menerapkan standar ganda dalam penetapan tersangka. Ia mencontohkan, ada tersangka yang telah ditetapkan lebih dari setahun tapi penyidikannya menggantung. Ia mempertanyakan kelanjutan kasus yang menjerat Jero Wacik, Sutan Bhatoegana, dan Suryadharma Ali, "Bisa jadi, (KPK) jadi alat permainan politik," katanya.

    Fadli memastikan DPR akan mengevaluasi kinerja KPK. Sebab, ia menilai, selama ini, KPK tak terkontrol. "Bagaimana prosedur ditetapkan tersangka, bagaimana orang bisa disadap? Masak, selama ini yang bisa evaluasi hanya Tuhan," ujarnya. (Baca: Istana Minta KPK Segera Tuntaskan Kasus BG.)

    Setali tiga uang dengan Fadli, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mempermasalahkan etika KPK dalam penetapan status tersangka. "Ini aneh. Kenapa status tersangka ditetapkan saat dia (Budi) dicalonkan menjadi Kepala Polri? Padahal sudah lama kejadiannya, ketika dia bintang satu," tuturnya. (Baca: Istana Minta KPK Segera Tuntaskan Kasus BG)

    Jumat lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan dua keputusan presiden terkait dengan Kepala Polri. Pertama, memberhentikan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Kedua, mengangkat Komisaris Jenderal Badrodin Haiti sebagai Pelaksana Tugas Kapolri. Sedangkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan ditunda hingga proses hukumnya selesai. Budi ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

    TIKA PRIMANDARI

    Baca berita lainnya:
    Yusril: Jokowi Melanggar Undang-Undang Kepolisian
    Presiden Jokowi Dimusuhi Tiga Negara

    Oegroseno: Budi Gunawan Pasti Ditahan KPK

    PKS: Andai Budi Gunawan Ketua KPK Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.