JK Kutuk Penembakan Kartunis Charlie Hebdo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Deputi Bidang Potensi SAR Marsekal Muda TNI Sunarbowo Sandi (kanan) memantau pencarian pesawat AirAsia QZ8051 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak di Kantor Basarnas Jakarta, 28 Desember 2014. Pemerintah akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk mencari pesawat AirAsia yang membawa 138 penumpang dewasa, 16 anak, 1 bayi serta 7 awak pesawat yang diduga hilang di lepas pantai Belitung. ANTARA/Wahyu Putro

    Wapres Jusuf Kalla (kiri) didampingi Deputi Bidang Potensi SAR Marsekal Muda TNI Sunarbowo Sandi (kanan) memantau pencarian pesawat AirAsia QZ8051 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak di Kantor Basarnas Jakarta, 28 Desember 2014. Pemerintah akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk mencari pesawat AirAsia yang membawa 138 penumpang dewasa, 16 anak, 1 bayi serta 7 awak pesawat yang diduga hilang di lepas pantai Belitung. ANTARA/Wahyu Putro

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutuk peristiwa penembakan di kantor majalah berita satir Charlie Hebdo yang menewaskan 12 orang dan melukai sejumlah orang lainnya. Ia menyatakan Indonesia melawan semua bentuk terorisme di semua negara. "Semua yang seperti itu tidak dibenarkan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Kamis, 8 Januari 2015. (Baca : Charlie Hebdo Diserang, Pena dan Rokok Bicara)

    Perlawanan Indonesia terhadap terorisme, menurut JK, pasti dilakukan juga oleh sebagian besar negara di dunia yang menentang segala bentuk aksi teror. Menurut JK, penembakan di Paris menjadi peringatan bagi semua negara untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, meski motif aksi tersebut belum pasti. (Baca : 10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial)

    Tapi JK justru tak setuju terhadap peringatan keamanan yang dikeluarkan Amerika Serikat dan Australia. Meski Indonesia meningkatkan kewaspadaan, kata dia, tak ada indikasi dan bukti bahwa ancaman aksi teror di negara ini meningkat.

    JK juga mengkritik negara-negara yang mudah mengeluarkan peringatan perjalanan ke negara lain. Menurut dia, tak ada satu pun negara di dunia yang seratus persen aman. Semua negara memiliki potensi bahaya jika minim pengawasan dan antisipasi. "Kalau begitu, bisa ada travel warning ke seluruh negara," kata JK.

    FRANSISCO ROSARIANS

    Terpopuler
    Menteri Jonan: Kenapa Saya Harus Tunduk pada Singapura?
    10 Kartun Charlie Hebdo yang Kontroversial
    Jonan: Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja
    PKL Beri Amplop Lurah Susan, Apa Reaksinya? 
    Penyerang 'Pembalasan Nabi' Charlie Hebdo Tewas



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.