Adian: Film 'Di Balik 98' Jangan Mencuci Orde Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen Aktivis 98 Adian Napitupulu (kiri) mendampingi Presiden terpilih Jokowi saat menjawab pertanyaan dalam Pertemuan Nasional Aktivis 98 di Denpasar, 27 September  2014. Acara ini digelar sebagai bentuk konsolidasi. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sekjen Aktivis 98 Adian Napitupulu (kiri) mendampingi Presiden terpilih Jokowi saat menjawab pertanyaan dalam Pertemuan Nasional Aktivis 98 di Denpasar, 27 September 2014. Acara ini digelar sebagai bentuk konsolidasi. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Adian Napitupulu, cemas film Di Balik 98 karya sutradara Lukman Sardi menjadi alat untuk mencuci dosa sejarah Orde Baru. "Saya berharap agar film itu tidak menjadi tempat cuci tangan Orde Baru," kata Adian dalam rilis yang diterima Tempo, Senin, 5 Januari 2015. (Baca: Adian Napitupulu: Wiranto Danai 'Di Balik 98'?)

    Adian berharap film Di Balik 98 tidak mencuci Orde Baru dari serangkaian kekerasan dan kekejaman dalam proses sejarah. Kekhawatiran Adian bermula dari kabar yang ia dengar bahwa bekas Panglima TNI Wiranto menjadi penyandang dana film ini. Wiranto kini menjadi Ketua Umum Partai Hanura, anggota koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo. (Baca: Film Lukman Sardi 'Di Balik 98' Segera Tayang)

    Film yang menceritakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Indonesia ini melibatkan beberapa aktris dan aktor, seperti Chelsea Islan, Boy William, Alya Rohali, Fauzi Baadilla, dan Donny Alamsyah. Rencananya, film ini pun akan dirilis pada 15 Januari 2015. "Peluncuran film ini bertepatan dengan malapetaka 1974, bukan pada bulan Mei yang identik dengan bulan pergerakan 1998," kata Adian. (Baca: Verdi Solaiman Ikut Main Film 'Di Balik 98')

    Sebelumnya, Lukman Sardi menjanjikan film Di Balik 98 ini menceritakan jatuhnya Orde Baru. Di antaranya peristiwa demonstrasi mahasiswa, penculikan aktivis, dan kerusuhan Mei 1998. Aktor papan atas itu menilai peristiwa Mei 1998 merupakan momen bersejarah yang sangat penting bagi Indonesia, walaupun sebenarnya masih sensitif bagi sebagian kalangan.

    DEWI SUCI RAHAYU

    Baca berita lainnya:
    Risma Tak Percaya Peringatan Dini Amerika Serikat
    Turis Jepang Diperkosa Lima Pemuda India

    'Jauhi Hotel dan Bank Terkait Amerika di Surabaya'

    Tiga Kapal Merapat ke Badan Air Asia

    Munas Islah Golkar, Agus Gumiwang Menolak Maju


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.