Berapa Ongkos Membunuh Munir?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penggiat HAM mengenakan topeng Munir saat menggelar aksi Kamisan untuk mengenang aktivis HAM Munir di depan Istana Negara Jakarta, 4 September 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Penggiat HAM mengenakan topeng Munir saat menggelar aksi Kamisan untuk mengenang aktivis HAM Munir di depan Istana Negara Jakarta, 4 September 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Berapa persisnya ongkos membunuh Munir Said Thalib? Kolonel Budi Santoso yang menjadi saksi kunci pembunuhan Munir mengatakan, dalam pemeriksan, ongkosnya sebesar Rp 14 juta.

    Budi mengaku meneken surat pencairan anggarannya pada 14 Juni 2004, tiga bulan sebelum kematian Munir. “Sumbernya dari dana taktis bulanan Deputi Penggalangan,” kata Direktur Perencanaan dan Pengendalian Operasi Badan Intelijen Negara kepada penyidik pada Mei 2008. (Baca: Menteri Hukum: Polycarpus Harusnya Bebas Era SBY)

    Pengakuan Budi ini dikonfirmasi oleh A.M Hendropriyono, Kepala BIN 2001-2004. Menurut Hendropriyono, BIN tak pernah membuat laporan operasi-operasi senyap yang mereka lakukan. “Kecuali laporan keuangan,” katanya. Sebab, anggaran operasional diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mesti dipertanggungjawabkan. (Baca: Kontras Kecam Pembebasan Pollycarpus)

    Setelah menerima biaya operasional, Pollycarpus kerap melaporkan kegiatannya kepada Budi Santoso. “Setiap kali mau terbang, ia selalu menelepon saya,” katanya. Pollycarpus bekerja di Garuda Indonesia sebagai pilot Airbus A-330. Saat kematian Munir, ia menumpang di GA-974 sebagai personel keamanan internal.

    Baca selengkapnya di Majalah Tempo

    INDRA WIJAYA

    Baca berita lainnya:
    KPK Bantah Boediono Sudah Tersangka Kasus Century

    Gubernur FPI Sewot Soal Tunggakan Iuran Warga

    Jokowi Untung Golkar Tolak Perpu Pilkada, Kok Bisa?

    5 Tanda Partai Politik Bakal Bubar

    Tolak Perpu Pilkada, Kubu Prabowo Sebut SBY Pembohong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.