Matahari Tertutup Kabut Asap di Palembang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Minggu, (06/09). Kabut asap cukup tebal dan mengganggu jarak pandang di Sungai Musi. Foto: TEMPO/ Arif Ardiansyah

    Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palembang, Minggu, (06/09). Kabut asap cukup tebal dan mengganggu jarak pandang di Sungai Musi. Foto: TEMPO/ Arif Ardiansyah

    TEMPO.CO, Palembang - Asap akibat kebakaran lahan maupun hutan masih menghantui warga Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian yang telah berlangsung selama satu bulan terakhir ini merupakan dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan.

    "Hampir sepanjang hari ini matahari tidak tampak karena tertutup kabut asap," kata warga Jalan Muhajirin, Zulham, Selasa, 16 September 2014. (Baca juga: Asap Riau Diduga Kiriman dari Sumatera Selatan)

    Biasanya, di pagi hari asap cukup tebal terasa hingga di permukiman warga. Selanjutnya asap tersebut akan menyisakan aroma sangit di siang hari. Dinas Kehutanan Sumatera Selatan memprediksi potensi kebakaran masih bisa terjadi hingga awal Oktober mendatang.

    Menurut Zulham, aroma sangit itu terasa hingga tengah hari ini. Semakin sore aromanya semakin terasa hingga membuat sesak saat bernapas. Tidak hanya menimbulkan aroma yang tak sedap, belakangan ini Zulham juga merasa matanya gampang terasa perih. (Baca juga: Asap Indonesia Kembali Ganggu Singapura)

    Dari pantauan Tempo di beberapa tempat di Palembang, kabut asap sangat mengganggu aktivitas warga Palembang. Di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan misalnya, pagi hari tadi terlihat beberapa orang pegawai di kantor tersebut mengenakan masker ketika memasuki kantor. Alasannya sama, yakni untuk menghindari gangguan pernapasan akibat asap.

    Kondisi yang sama tampak pula di kawasan jalan bypass Soekarno-Hatta, tempat lalu lalang kendaraan pribadi maupun angkutan barang. Meskipun jarak pandang masih di atas seribu meter, pengemudi diminta untuk lebih waspada. "Tetap jalan meskipun ada gangguan asap," kata Hasbulah, pengemudi truk yang tengah beristirahat di warung makan padang di kawasan itu.

    Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Sigit Wibowo mengatakan hot spot terpantau di beberapa tempat dengan jumlah yang selalu berubah-ubah. "Sebagian asap ditimbulkan oleh kebakaran yang ada di OKI, maupun di tempat lain," kata Taufik.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Berita lain:
    Ahok Terima Ajakan Hashim Bertemu Prabowo
    Pasar Kecewa terhadap Susunan Kabinet Jokowi
    Komposisi Kabinet dari Era Soeharto Sampai Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.