KPK: SBY Tidak Isi Kabinetnya dengan Integritas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Suryadharma Ali melambaikan tangan didampingi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja sebelum memberikan keterangan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta (20/2).  Kedatangan Suryadharma Ali kali ini untuk membahas pungutan penghulu dan hal-hal terkait KUA. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Agama Suryadharma Ali melambaikan tangan didampingi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adnan Pandu Praja sebelum memberikan keterangan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta (20/2). Kedatangan Suryadharma Ali kali ini untuk membahas pungutan penghulu dan hal-hal terkait KUA. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Adnan Pandu Praja mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak menyusun kabinetnya dengan orang-orang berintegritas. Dengan demikian, banyak menteri kabinetnya tersangkut kasus korupsi.

    "Integritas itu mutlak. Menteri di kabinet lalu banyak yang kena kasus, menunjukkan ada persoalan integritas. Sebelum dilantik seharusnya calon menteri diperiksa integritasnya," ujar Adnan di kantornya, Kamis, 28 Agustus 2014.

    Menurut Adnan, selain oleh Kepolisian dan TNI, KPK tak pernah diminta terlibat dalam memberi masukan mengenai calon pegawai negeri. Padahal Adnan menilai uji integritas para calon menjadi salah satu faktor penting.

    Krisis integritas tersebut memicu loyalitas ganda seorang menteri. Tak hanya loyal pada presiden, menteri juga loyal pada partai politik pengusungnya.

    "Joko Widodo sebagai presiden memang mewakili banyak partai. Tapi komitmen dia kepada partai berakhir ketika komitmen dia kepada negara dimulai," kata Adnan.

    MUHAMAD RIZKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.