SBY Puji Kinerja BPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo (kanan) dan Anggota BPK Ali Masykur Musa tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (23/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo (kanan) dan Anggota BPK Ali Masykur Musa tiba di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (23/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan apresiasi atas kinerja Badan Pemeriksa Keuangan di usianya yang ke-67. SBY mengatakan ingin BPK terus meningkatkan kontribusi dan partisipasi dalam pembangunan bangsa, terutama peningkatan akuntabilitas keuangan negara.

    "Saya melihat, merasakan, dan menilai bahwa yang dilakukan BPK itu nyata dan benar-benar bisa meningkatkan akuntabilitas dan kualitas keuangan negara kita," kata SBY dalam acara penandatanganan komitmen bersama peningkatan akuntabilitas keuangan negara di gedung BPK, Jakarta, Rabu, 22 Januari 2014.

    SBY mengapresiasi inisiatif BPK memperkenalkan sekaligus menerapkan sistem baru. "Sistem electronic audit, online audit, dan sistem baru yang memungkinkan pengawasan keuangan negara itu dapat dilaksanakan dengan baik dibandingkan masa-masa sebelumnya," ujar SBY

    Menurut Presiden, selama 10 tahun terakhir, perkembangan penertiban keuangan negara, baik yang diwacanakan pemerintah maupun non-pemerintah, juga nyata. "Saya masih ingat, misalnya, awal tahun 2007, ketika saya meminta data kepada Menteri Keuangan tentang aset-aset negara dan juga tentang isu perekonomian. Maka, waktu itu, data itu belum siap benar," ucapnya.

    Karena alasan ini, Presiden, pada tahun yang sama, mengeluarkan instruksi kepada Menteri Keuangan untuk menertibkan rekening liar. "Dengan demikian, kita tahu aset kita, keuangan kita, dan kita bisa yakin tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan dari aset dan keuangan negara itu," kata dia.

    Berdasarkan data Kementerian Keuangan saat itu, sebanyak 46.586 rekening telah ditertibkan. Setelah dipelajari dan dinilai, 9.294 rekening ditutup. SBY mengatakan, saldo yang diserahkan kepada kas negara berjumlah sekitar Rp 7 triliun dan sekitar US$ 11,8 juta atau setara dengan Rp 8 triliun.

    "(Yang) tadinya antah-berantah, siapa yang memiliki, siapa yang mengelola, dan apa pula kegunaannya, telah kami tertibkan," ujar SBY. Presiden ingin penertiban ini terus dilakukan, dan pada kemudian hari, negara akan memiliki data yang valid ihwal keuangan dan aset negara.

    PRIHANDOKO


    Terpopuler:
    Akun Instagram Ani Yudhoyono Terpopuler di Dunia
    Media Asing Soroti Ani Yudhoyono di Instagram
    7 Ekspresi Sewot Ani SBY di Instagram
    Jengkel Dicaci Maki, Ani SBY Sentil Istri Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.