Pidato tentang BPJS, SBY: Saya Tak Mau Dengar...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyo. TEMPO/Subekti

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyo. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan mengingatkan kepada rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat. "Saya tak mau lagi dengar rakyat ditolak di rumah sakit dan tidak bisa berobat karena tak ada biaya," ujar SBY membacakan pidatonya di  Istana Bogor, Selasa, 31 Desember 2013.

    "Saya juga tak mau mendengar lagi bahwa kesehatan rakyat tak terlindungi," kata SBY lagi.

    Presiden mengingatkan, dengan BPJS, semua rakyat dijamin berobat secara gratis. Jaminan kesehatan bagi rakyat mulai penuh ditanggung negara dengan mulai berlakunya BPJS Kesehatan mulai beroperasi pada 1 Januari 2014. Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai penuh beroperasi pada 1 Juli 2015, sehingga PT Jamsostek oleh Presiden diperintahkan untuk tetap memberikan perlindungan bagi tenaga kerja yang menjadi peserta, kecuali yang sudah dialihkan ke BPJS Kesehatan.

    SBY mengatakan, dengan mulai berlakunya BPJS Kesehatan, maka program ini tak tertandingi oleh asuransi manapun.

    BPJS diatur oleh UU Nomor 24 Tahun 2011 yang merupakan pelaksanaan Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 52 UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

    PRIHANDOKO/LEO WISNU SUSAPTO



    Berita lain:
    Ani SBY Marah Lagi Soal Foto di Instagram
    SBY Titip Bantahan untuk TrioMacan 
    Tuding Dahlan Korupsi, TrioMacan Diwakili Lawyer
    Laporkan Dahlan Iskan, TrioMacan Ngumpet 
    Ini Tudingan TrioMacan untuk Korupsi Dahlan Iskan
    Begini Cara Daftar Jadi Peserta BPJS Kesehatan 
    Baru Dibuka Jokowi, JLNT Casablanca Sudah Macet
    TrioMacan Dikritik Laporkan Dahlan Iskan ke Seskab  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.