Diperiksa Tujuh Jam, KPK Resmi Tahan Atut Chosiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten, Atut Chosiyah (tengah) kembali mengenakan jilbab hitam monogram Louis Vuitton yang diperkirakan harganya AS $565 atau sekitar Rp 6,5 juta, saat tiba memenuhi panggilan pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (20/12). Gaya jilbabny juga berbeda tidak diikat ketat di bawah dagu seperti biasanya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gubernur Banten, Atut Chosiyah (tengah) kembali mengenakan jilbab hitam monogram Louis Vuitton yang diperkirakan harganya AS $565 atau sekitar Rp 6,5 juta, saat tiba memenuhi panggilan pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (20/12). Gaya jilbabny juga berbeda tidak diikat ketat di bawah dagu seperti biasanya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan Gubenur Banten Atut Chosiyah setelah diperiksa selama tujuh jam, hari ini, Jumat, 20 Desember 2013. Penahanan Atut ini diumumkan oleh juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, di gedung antirasuah di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Menurut Johan, penahanan dilakukan untuk proses penyidikan lebih lanjut terkait kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak dan proyek pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten. Dalam perkara suap sengketa pemilihan kepala daerah, KPK lebih dulu mencokok Akil Mochtar ketika masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, yang disangka menerima suap Rp 1 miliar.

    KPK juga menahan adik Atut, Chaeri Wardana, yang disangka turut berperan dalam penyuapan Akil. Chaeri, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dicokok KPK pada hari yang sama penahanan Akil, 2 Oktober 2013.

    Selama Atut diperiksa, gedung KPK didatangi lebih dari 800 orang pendukung Atut. Mereka berunjuk rasa hingga menutup Jalan H.R. Rasuna Said. "Kami protes karena Ibu Gubernur yang siap bekerja sama tapi diperlakukan dengan tidak baik oleh KPK," kata Udin Saparudin, koordinator Presidium Banten Bersatu. Menurut Udin, banyak yang tak paham perangai Atut yang begitu perhatian kepada masyarakat di Banten.

    Atut tiba di KPK pukul 10.10 WIB. Menumpang Mitsubishi Pajero Sport hitam bernomor polisi B-22-AAH, Atut turun dan langsung dikawal menuju ruang penyidik. Dia berjalan tertunduk, tak seperti biasanya yang sering menyapa dengan mempertemukan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi dada. Hingga masuk gedung KPK, Atut tak tersenyum. (Lengkapnya #Atut Tersangka)

    MUHAMMAD RIZKI



    Berita terkait:
    Koordinator Aksi Pro Atut Dibayar Rp 1,5 Juta
    Atut ke KPK dalam Keadaan Syok
    Dua 'Kasir' Adik Atut Diperiksa KPK
    Menantu Atut Tampil Modis di KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.