Diduga Ada Suap Kalapas Sukamiskin di Sel Adik Atut Chosiyah

Reporter:
Editor:

Untung Widyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, keluar dari Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, keluar dari Rutan KPK, Jakarta, 17 Maret 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga terdapat bukti terkait suap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Wahid Husein dalam sel yang dihuni Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

    Baca juga: Di Lapas Sukamiskin, Adik Ratu Atut Chosiyah Dilayani Ajudan?

    Sel adik bekas Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah itu menjadi salah satu ruangan yang akan digeledah KPK dalam OTT di Sukamiskin.

    "Kami duga ada beberapa bukti terkait yang berada di lokasi tersebut, upaya penggeledahan itu merupakan bentuk kegiatan KPK melakukan kroscek dari info yang kami dapat," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Kuningan, Jakarta, Selasa, 24 Juli 2018.

    Febri mengatakan upaya penggeledahan KPK saat itu urung terlaksana karena Wawan tidak ada di lokasi. Karena itu KPK akhirnya menyegel ruang penjaranya.

    "Kami tidak tahu mengapa kuncinya tidak bisa dibuka saat itu, maka kami lakukan penyegelan," kata dia.

    Febri enggan menjelaskan barang bukti yang tengah dicari KPK dalam sel Wawan. "Rinciannya belum bisa kami sampaikan, karena masuk teknis penyidikan," kata dia.

    Dalam perkara suap Kalapas Sukamiskin, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni Wahid Husein dan stafnya Hendry Saputra sebagai penerima suap. Sedangkan Fahmi Darmawansyah dan napi pendamping Andri Rahmat ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

    KPK menduga Fahmi memberi dua unit mobil kepada Wahid agar mendapat fasilitas penjara mewah dan izin keluar Lapas. Fasilitas itu terungkap saat KPK menggeledah sel Fahmi yang dilengkapi penyejuk udara, televisi, lemari es, dan wastafel.

    Dalam penggeledahan itu KPK sebenarnya juga akan menggeledah sel Wawan dan narapidana lainnya, Fuad Amin. Namun keduanya tak ada di lokasi.

    Simak juga: Tak Ada Wawan dan Fuad di Lapas Sukamiskin, Ini Penjelasannya

    Sekretaris Direktorat Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberty Sitinjak mengaku masih menyelidiki kosongnya sel Wawan dan Fuad. Dari penyelidikan yang dilakukan, kata Liberty, pihaknya mendapati Fuad dan Wawan berobat dan dirawat di rumah sakit.

    Ia belum menemukan indikasi kedua koruptor itu jalan-jalan seperti ramai diberitakan. "Sampai sekarang indikasi jalan-jalan belum kami temukan," kata Liberty menjelaskan soal penggeledahan yang dilakukan KPK, salah satunya pada sel adik Atut Chosiyah.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.