Ribuan Warga Batam Dihadang, Demo Memanas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 39.000 buruh melakukan aksi di Batam, Rabu (3/10). TEMPO/Rumbadi Dalle

    39.000 buruh melakukan aksi di Batam, Rabu (3/10). TEMPO/Rumbadi Dalle

    TEMPO.CO, Batam - Aksi demo warga Kampung Tua, Tanjung Uma, Batam, Rabu, 23 Oktober 2013, makin memanas. Ribuan warga berhadapan dengan pihak pengamanan pabrik. Sementara perwakilan warga sedang menunggu keputusan Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk menandatangani pengesahan area Kampung Tua seluas 108 hektare.

    "Mohon dipercepat, kami jangan terlalu lama menunggu!" teriak massa berulang-ulang. Ditaksir ada sekitar 5.000 warga memadati jalan bundaran di depan kantor BP Batam. Teriakan-teriakan terus memancing suasana makin memanas. "Pemerintah tidak prorakyat," teriak pengunjuk rasa yang lain.

    Unjuk rasa warga Tanjung Uma ini dipicu oleh rencana salah satu pabrik untuk memperluas lahannya ke dalam area permukiman tersebut. Pabrik mengaku sudah mengantongi izin, sementara warga berkeras tanah itu adalah milik mereka.

    Menurut warga, lahan tersebut adalah warkat dari Kerajaan Johor Riau Lingga pada 1917, yang diperkuat hibah pemerintah Hindia-Belanda pada 1930. Pada 1970, pemerintah Indonesia mengukuhkan klaimnya atas tanah itu sampai sekarang.

    Kini, warga yang berdiam di Kampung Tua, Tanjung Uma, itu berasal dari berbagai suku, seperti Padang, Melayu, Bugis, dan Jawa Banjar. "Jadi bukan masalah suku di sini," kata Raja H. Harun, salah seorang tokoh masyarakat.

    RUMBADI DALLE

    Berita Terpopuler:
    Vicky Prasetyo Senang Bisa Meng-Islam-kan Corrien
    Wah, Wali Kota Airin Dalam Incaran KPK
    Uang Rp 2,7 Miliar Bukti Suap Baru Akil Mochtar
    Kasus Pelecehan Seksual di SMP 4 karena Kepolosan
    Marzuki Alie: Ada Duit Suap ke Kongres Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.