Kronologi Lengkap Penangkapan Akil Mochtar

Reporter

Editor

Anton Septian

Penyidik KPK memperlihatkan uang yang disita sebagai barang bukti dihadapan Ketua KPK Abraham Samad, Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar dalam jumpa pers di KPK, Jakarta, (3/10). TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menjelaskan penyelidik lembaganya sudah mengincar Ketua Mahkamah Konstitusi sejak awal September 2013. Menurut Abraham, sejak diselidiki, KPK mendapat informasi penyerahan uang di rumah dinas Akil, di Jalan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta.

"Infonya, akan ada penyerahan duit yang akan diserahkan pihak-pihak yang berperkara," kata Abraham di gedung kantornya, Kamis, 3 Oktober 2013.

Kemudian, penyelidik langsung berangkat dan memantau di sekitar rumah Akil. Para penyelidik itu tiba di daerah rumah Akil sekitar pukul 22.00, pada Rabu, 2 Oktober 2013. Ketika sedang memantau, tiba-tiba datang mobil Toyota Fortuner putih yang dikendarai oleh seseorang berinisial M. M adalah suami anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Golongan Karya Chairunissa.

Di dalam mobil, Chairunissa ditemani oleh pengusaha tambang asal Palangkaraya Cornelis Nalau. "Kemudian, dua orang dari mobil itu turun dan masuk ke rumah AM. Tak berapa lama, tim langsung mendekat dan melakukan operasi tangkap tangan," kata Abraham.

Dari rumah Akil itu, KPK membawa barang bukti duit Sin$ 294.050, US$ 22.000, yang disimpan dalam amplop cokelat.

Selanjutnya >> Pengungkapan kasus Lebak.






Eks Gubernur Banten Ratu Atut Bebas Bersyarat Hari Ini, Kemenkumham: Wajib Ikut Bimbingan

25 hari lalu

Eks Gubernur Banten Ratu Atut Bebas Bersyarat Hari Ini, Kemenkumham: Wajib Ikut Bimbingan

Rika mengatakan meski sudah bebas, Ratu Atut wajib mengikuti bimbingan dari Balai Pemasyarakatan Serang sampai 8 Juli 2025.


Keluar Penjara, Ratu Atut Chosiyah Kumpul Keluarga dan Ziarah ke Makam Orang Tua

26 hari lalu

Keluar Penjara, Ratu Atut Chosiyah Kumpul Keluarga dan Ziarah ke Makam Orang Tua

Ratu Atut Chosiyah merupakan narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar


Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Bebas Bersyarat

26 hari lalu

Eks Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah Bebas Bersyarat

Ratu Atut Chosiyah merupakan narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor) kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.


Mahfud Md Jelaskan Kenapa Ferdy Sambo Juga Dibawa ke Provos

56 hari lalu

Mahfud Md Jelaskan Kenapa Ferdy Sambo Juga Dibawa ke Provos

Mahfud menjelaskan perkara pemeriksaan terhadap Ferdy Sambo lewat contoh kasus eks Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.


KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

19 Januari 2022

KPK Sebut Tak Punya Akun NFT Jualan Foto Koruptor

KPK menyatakan juga tidak pernah melakukan kegiatan bersifat komersial untuk memperoleh keuntungan, seperti membuat akun NFT.


Sidang Peninjauan Kembali, Ratu Atut Hadirkan Saksi Ahli Pidana

20 Januari 2021

Sidang Peninjauan Kembali, Ratu Atut Hadirkan Saksi Ahli Pidana

Ratu Atut mengajukan peninjauan kembali dalam perkara korupsi berupa suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.


KPK Lelang Mobil Mewah dan Perhiasan Hasil Rampasan Kasus Korupsi

23 September 2020

KPK Lelang Mobil Mewah dan Perhiasan Hasil Rampasan Kasus Korupsi

KPK akan melakukan lelang barang rampasan dari sejumlah kasus korupsi.


Orang Dekat Akil Mochtar Divonis 4,5 Tahun Terkait Suap di MK

12 Maret 2020

Orang Dekat Akil Mochtar Divonis 4,5 Tahun Terkait Suap di MK

Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi memvonis orang dekat mantan Ketua MK Akil Mochtar, Muhtar Ependy, 4 tahun 6 bulan penjara.


Jadi Hakim MK, Daniel Yusmic Singgung Kasus Akil Mochtar

7 Januari 2020

Jadi Hakim MK, Daniel Yusmic Singgung Kasus Akil Mochtar

Daniel Yusmic menjadi hakim MK untuk menggantikan I Dewa Gede Palguna yang habis masa jabatannya.


MA Kurangi Hukuman Penyuap Mantan Hakim MK Akil Mochtar

13 Desember 2019

MA Kurangi Hukuman Penyuap Mantan Hakim MK Akil Mochtar

MA mengabulkan kasasi terpidana kasus suap Akil Mochtar, Bupati Buton Sulawesi Tenggara Samsu Umar Samiun, dari 3 tahun 9 bulan menjadi 3 tahun.