Pengamat: PDIP Tak Berani Capreskan Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo menemui para siswa usai melaksanakan ujian nasional di SMP 108, Jakarta, (25/4). Jokowi mengadakan kuis interaktif kepada para siswa dan berpesan agar tidak melakukan aksi corat coret seragam sekolah serta tawuran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Joko Widodo menemui para siswa usai melaksanakan ujian nasional di SMP 108, Jakarta, (25/4). Jokowi mengadakan kuis interaktif kepada para siswa dan berpesan agar tidak melakukan aksi corat coret seragam sekolah serta tawuran. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti politik pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bakti, mengatakan rapat kerja nasional yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan momentum tepat untuk memunculkan nama-nama calon presiden. “Tak ada alasan untuk tidak mendeklarasi, paling tidak memunculkan nama-nama,” kata Ikrar saat dihubungi, Jumat, 6 September 2013.

    Menurut Ikrar, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tak perlu khawatir dengan serangan yang mungkin muncul bila PDIP mulai memunculkan nama capres dan cawapres. Waktu sembilan bulan menjelang pemilihan presiden, kata dia, bukanlah waktu yang panjang untuk mensosialisasikan calon presiden. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, deklarasi calon presiden justru dilakukan satu setengah tahun sebelum pemilihan.

    Ikrar mengatakan, sikap hati-hati PDIP dalam menetapkan calon presiden justru tak relevan dengan kondisi terkini menjelang pilpres. Saat ini hampir setiap partai besar sudah punya nama calon presiden yang akan diusung pada pilpres Juli 2014 nanti. Waktu yang ada justru bisa dimanfaatkan PDIP untuk meminimalisasi serangan terhadap calon serta lebih meningkatkan konsolidasi partai. "Menurut saya, sikap hati-hati itu penting, tapi bukan jalan yang memberi harapan politik untuk rakyat.”

    Rakernas PDIP akan digelar mulai Jumat hari ini hingga 8 September 2013 di Ecopark. Ancol, Jakarta. Menjelang rakernas, sejumlah daerah mulai memunculkan nama calon presiden yang layak diusung PDIP. Dukungan terkuat ditujukan pada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Beberapa daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hampir terang-terangan menyatakan dukungan pada Jokowi.

    Meski dukungan sudah kuat, Ikrar tak yakin PDIP bakal berani menetapkan Jokowi sebagai calon presiden. Menurut dia, opsi ini bakal sulit terwujud karena sikap hati-hati Megawati. Namun, Ikrar mengatakan, paling tidak PDIP harus berani menyatakan kriteria capres dengan mengarahkannya pada anak muda. “Kalau sudah dengan tegas disampaikan, PDIP akan memberi kesempatan pada anak muda. Saya yakin orang sudah tahu arahnya adalah Jokowi.”

    IRA GUSLINA SUFA

    Topik Terhangat

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Penerimaan CPNS | Suriah Mencekam

    Berita Terpopuler
    Abraham Samad: Rudi Rubiandini Orang Serakah
    Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok
    Zaskia Gotik Putuskan Pertunangan dengan Vicky
    Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan
    Hukuman Serda Ucok: 11 Tahun Bui dan Dipecat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.