Senin, 19 November 2018

Pendeta Damanik Bebas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Palu: Pulahan orang menyambut pembebasan bersyarat Pendeta Rinaldy Damanik di rumahtahan Maesa Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa pagi (9/11). Massa bercampur dengan jemaat Pendeta Rinaldy beserta keluarga Pendeta Damanik. Sejumlah pendeta juga ikut menjemput mantan Koordinator Crisis Center Gereja Kristen Sulawesi Tengah (CC GKST) ini. Massa yang sudah berdatangan sejak pukul 8.00 wita, rela menunggu lama, meskipun Abang --demikian panggilanakrab Pendeta Damanik-- baru keluar dari penjara pukul11.00 wita. Saat keluar dari penjara, massa memelukPendeta Damanik yang kini menjabat sebagai ketua SinodeGereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) periode 2005 -2008. Pihak Crisis Center Suilawesi Utara diwakiliPenatua Mona Soriongsong, sibuk mengabadikan peristiwapembebasan ini. Pendeta Rinaldy Damanik, 45 tahun, terpidana kasus kerusuhan Poso yang divonis tiga tahun penjara Pengadilan Negeri Palu, pada Juni 2003 lalu, karena terbukti menyimpan senjata api rakitan dan ratusan amunisi. Ia tertangkap tangan saat melakukan evakuasi korban kersusuhan di desa Mayowa, Kabupaten Morowali, Agustus 2001. Ia ditahan aparat keamanan dan di dalam mobilnya ditemukan senjata api rakitan dan sejumlah amunisi. Tokoh yang paling banyak disebut-sebut pada saat konflik Poso ini, seharusnya bebas pada Mei 2005 tapikarena Pendeta Damanik telah menjalani hukuman dua pertiga, sejak ditahan Desember 2002 dan berkelakuan baik, maka dia bebas bersyarat. "Kami banyak terbantu dengan adanya Pak Damanik di penjara," Kata kepala rutan Maesa Palu, E Rajagukguk. Karena Damanik banyak memberikan bimbingan rohani bagi penghuni rutan yang Kristen. Damanik dibebaskan setelah diterbitkan surat pembebasan bersyarat oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM) No. EA.XXVI 3540 PK.04.05 pada September 2004. Meski begitu dalam surat itu disebutkan Pendeta Damanik tetap diawasi sampai selesai masa tahannya berakhir. Damanik mengaku amat berkesan semasa di penjara. Saat ditahan di Mabes Polri Jakarta ia sempat berbicara empat mata dengan Ustad Abu Bakar Ba'asyir dan Imam Samudra terpidana teroris bom Bali. "Saya banyak berbicara dari hati ke hati dengan mereka, saya berkesimpulan mereka adalah korban ketidakadilan dan rekayasa seperti yang saya alami," paparnya. Setelah bebas bersyarat, Damanik hanya mau mengurus sinode GKST di Tentena. Selain itu ia akan menata kembali para korban konflik Poso yang masuk warga GKST. "Pembenahan manajemen dan hubungan kelembagaan gereja dengan pemerintah yang harus ditangani sesegera mungkin,"katanya. Darlis - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.