Senin, 19 Februari 2018

Polda Jatim Akan Merekontruksi Penemuan Senjata Ali Imron

Oleh :

Tempo.co

Senin, 25 Agustus 2003 15:05 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Kepolisian Daerah Jawa Timur menurut rencana akan melakukan rekonstruksi penemuan senjata milik Amrozi di alas Dadapan, Selokuro, Lamongan, Jatim, Rabu (8/1). Hal itu disampaikan Kadit Serse Polda Jatim Kombes Pol. Ade Raharja di Surabaya, Selasa (7/1). Rekontruksi yang tidak diikuti tim investigasi peledakan bom Bali ini bakal melibatkan empat tersangka yang ikut andil dalam penanaman enam tabung PVC yang berisi tujuh senjata api dan 5.080 butir peluru. Hutan itu jauhnya sekitar 4 kilometer ke arah Selatan dari rumah Amrozi. Para tersangka yang akan mengikuti rekontruksi itu antara lain Sumarno, keponakan Amrozi, Nur Fitrulloh, ustad dan kepala keamanan pondok pesantren Al Islam, Nurminda bin Talib, tetangga Amrozi dan Kamar alias Qomaruddin bin Talib, bekas polisi hutan. Semua tersangka itu masih berada di tahanan Polda Jatim. "Ya, empat tersangka itu yang akan kita lakukan rekontruksi," kata Ade, menjelaskan. Menurutnya, polisi akan memfokuskan rekonstruksi pada penanaman senjata di hutan Dadapan. Tapi ia menyatakan rekonstruksi kemungkinan akan berkembang ke tempat-tempat lain yang berhubungan dengan penanaman senjata. "Mungkin tidak hanya satu titik. Lihat saja nanti di lapangan," ujarnya. Rekonstruksi akan dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Tim Polda Jatim akan berangkat dari Mapolda pada jam 07.00 WIB. Selain membawa empat tersangka, tim Polda juga akan membawa alat bukti berupa mobil Ford warna hijau nopol B 2449 KT milik Ali Imron, yang diduga dipakai untuk mengangkut paralon. Materi rekonstruksi, kata Ade, berasal dari berkas berita acara pemeriksaan (BAP) keempat tersangka. Tapi Polda tidak akan melibatkan Amrozi yang kini ditahan di Polda Jatim. "Pokoknya lihat saja nanti dilapangan, bagaimana peran keempat orang ini," jelasnya, sambil tersenyum. Senjata api itu ditemukan Tim Investigasi Peledakan Bom Bali, 11 November 2002 lalu. Senjata yang yang dibungkus dalam 6 tabung PVC milik Amrozi itu ditemukan di hutan Dadapan, Lamongan, Jatim. Isinya antara lain dua pucuk M-16, satu pucuk AR15 tipe A2, dua pucuk Lee Enfield, dan dua pucuk pistol FN. Sedangkan amunisinya 5.080 butir peluru. Sebagian besar kaliber 5,56 untuk senjata serbu M-16, sisanya peluru kaliber 45 dan 32. Dari penemuan itu polisi berhasil meringkus empat orang tersangka yang ikut menanam paralon itu. Sementara Ali Imron, yang diduga juga pemilik senjata, sampai kini masih buron. Menurut keterangan polisi, keempat tersangka itu memiliki peran masing-masing dalam penanaman bahan-bahan peledak itu. Misalnya, Sumarno, keponakan Amrozi, dia adalah sopir mobil Ford yang mengangkut senjata dan amunisi dalam paralon ke hutan Dadapan untuk disembunyikan. Sedangkan Nur Fitrotullah, uztad Pondok Pesantren Al-Islam adalah tersangka yang ikut menyembunyikan senjata dan amunisi di hutan Dadapan. Sedangkan Nurminda bin Talib, dan Qomaruddin bin Talib alias Kamar, ikut menanam senjata dan amunisi di hutan Dadapan. (Adi Mawardi-Tempo News Room)

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    Sasaran Strategis Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan meliputi kualitas, potensi, kesimbangan sumber daya hutan dan lingkungan hidup.