Selasa, 20 Februari 2018

Djoko Susilo: Saya Enggak Ngerti Dakwaan Jaksa  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 23 April 2013 17:41 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Susilo: Saya Enggak Ngerti Dakwaan Jaksa  

    Inspektur Jenderal Djoko Susilo saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (23/4). Djoko akan diadili untuk dua kasus sekaligus, yakni dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM dan tindak pidana pencucian uang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kasus dugaan korupsi alat uji mengemudi Inspektur Jenderal Djoko Susilo mengaku tak paham dengan dakwaan jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi. "Saya enggak ngerti dengan pemberlakuan dan penerapan pasalnya secara keseluruhan," kata Djoko seusai mendengarkan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Selasa, 23 April 2013.

    Ketua majelis hakim Suhartoyo malah menegur Djoko. "Jangan dibuat-buat. Dengan bahasa sederhana seperti itu Anda tidak mengerti?" kata Suhartoyo.

    Djoko kemudian meminta izin untuk berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Setelah berdiskusi dengan Hotma Sitompul, Tommy Sihotang, Juniver Girsang, dan Teuku Nasrullah, Djoko menyatakan bakal menyusun eksepsi. "Baik saya maupun lawyer akan sama-sama menyusun eksepsi," kata Djoko.

    Hotma meminta waktu dua minggu untuk menyiapkan eksepsi. "Karena dakwaannya juga panjang," ujar Hotma. Namun, hakim Suhartoyo menolak permintaan Hotma. "Tidak bisa, sesuai aturan hanya satu minggu," kata Suhartoyo.

    Akhirnya, sidang perkara korupsi simulator mengemudi dengan terdakwa Djoko Susilo ini bakal dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi.

    Djoko hari ini mendengarkan pembacaan dakwaan oleh jaksa dalam sidang perdananya. Bekas Gubernur Akademi Kepolisian itu dijerat dengan tiga lapis dakwaan untuk dua perkara, yakni perkara korupsi simulator mengemudi dan tindak pidana pencucian uang.

    SUBKHAN | NUR ALFIYAH


    Topik Terhangat:

    Caleg
    | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya

    Berita Terpopuler:
    Dinasti Banten Rame-rame Jadi Caleg DPR dan DPD

    Izinkan Nazar Berobat, Kepala LP Cipinang Dicopot

    Fakta-fakta Mengarah ke Motif Pelaku Bom Boston

    Bom Boston, FBI Harus Jawab 5 Hal Ini

    Mourinho Diusir, Presiden Madrid Serukan Persatuan


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2018, Ada 8 Provinsi Rawan Politik Identitas

    Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum, Rahmat Bagja, mengatakan ada 8 provinsi penyelenggara Pilkada 2018 yang dianggap rawan politik identitas.