Senin, 19 Februari 2018

Dana Pendidikan Anak di Bojonegoro Dikorupsi  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 15 Februari 2013 19:21 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dana Pendidikan Anak di Bojonegoro Dikorupsi  

    Dok. TEMPO

    TEMPO.COBojonegoro - Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jawa Timur, saat ini sedang menangani kasus korupsi dana bantuan pengadaan alat edukasi untuk program pendidikan anak usia dini (PAUD) senilai Rp 1,5 miliar.

    Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro Tugas Utoto menjelaskan kasus korupsi dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011 itu merupakan limpahan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. “Penanganannya dilakukan berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi,” katanya kepada Tempo, Jumat, 15 Februari 2013.

    Dalam kasus tersebut telah ditetapkan dua orang tersangka, yakni Kepala Bidang Pendidikan Non-Formal Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chumaidi, dan staf honorer PNFI Bojonegoro, Elita Tichaningrum. Namun keduanya belum ditahan.

    Jaksa telah memeriksa 135 kepala PAUD di seluruh Bojonegoro. Jaksa juga memeriksa beberapa orang sebagai saksi, di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Chusnul Chuluq. Selain, mereka meminta keterangan beberapa orang staf PNFI Dinas Pendidikan Bojonegoro. Sejumlah alat peraga edukasi juga telah disita sebagai barang bukti.

    Menurut Tugas Utoto, kasus ini bermula dari adanya bantuan alat peraga edukatif bagi PAUD se-Bojonegoro. Sesuai aturan, seharusnya dana langsung masuk ke rekening PAUD penerima bantuan. Tapi oleh tersangka, dana bantuan ditarik dan pengadaan barangnya dilakukan secara massal. Bahkan barang berupa sepuluh jenis permainan indoor dan outdoor berkualitas buruk.

    Setiap PAUD seharusnya menerima bantuan Rp 8 juta. Namun yang didapat hanya uang Rp 800.000 dan alat peraga edukatif yang tidak sesuai spesifikasi. Diduga negara mengalami kerugian sekitar Rp 350 juta.

    Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono mengatakan akan segera memutasi Kepala Bidang PNFI yang kini masih dijabat Chumaidi. ”Tujuannya agar Chumaidi bisa lebih fokus untuk menghadapi perkaranya,” ucapnya kepada Tempo, Jumat, 15 Februari 2013.

    SUJATMIKO

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Dilamar Gerindra, Jokowi Ingin Urus Jakarta Dulu

    Siapa Sosok Ridwan, Anak Ustad Hilmi yang Dicegah KPK

    Begini Jejak Anak Bos PKS di Kasus Daging Impor

    Vatikan Benarkan Kepala Paus Berdarah di Meksiko

    Gedunin, Tanaman yang Mampu Bunuh Sel Kanker


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    JR Saragih dan 4 Calon Kepala Daerah Terganjal Ijazah dan Korupsi

    JR Saragih dicoret dari daftar peserta pemilihan gubernur Sumut oleh KPU karena masalah ijazah, tiga calon lain tersandung dugaan korupsi.