Demokrat Daerah Mulai Tinggalkan Anas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus anggota Presidium KAHMI Anas Urbaningrum, dalam acara pelantikan Majelis Nasional Himpunan Mahasiswa Islam di Jakarta, Selasa (5/2).TEMPO/Seto Wardhana

    Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus anggota Presidium KAHMI Anas Urbaningrum, dalam acara pelantikan Majelis Nasional Himpunan Mahasiswa Islam di Jakarta, Selasa (5/2).TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Tulungagung - Dewan Pengurus Cabang Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung dan Kediri menyatakan tunduk pada keputusan Majelis Tinggi Partai pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengambil alih kepemimpinan partai. Mereka yakin Anas Urbaningrum tidak akan melakukan upaya perlawanan yang justru menjatuhkan partai.

    Ketua DPC Demokrat Tulungagung Goldy Trimo mengatakan, jajarannya akan patuh dan loyal pada Majelis Tinggi. Dia bahkan menilai langkah pengambilalihan pimpinan partai menyusul terseretnya Anas Urbaningrum dalam kasus korupsi Hambalang sudah sangat tepat. "Itu tepat untuk mendongkrak elektabilitas partai," kata Trimo, Rabu, 13 Februari 2013.

    Ia menilai kabar konsolidasi yang dilakukan para pendukung Anas sebagai tindakan keterlaluan. Trimo dengan tegas menyatakan tidak menyepakati hal itu karena secara organisasi tidak ada pelanggaran AD/ART atas pengambilalihan pucuk pimpinan partai. Trimo pun tak yakin Anas akan melakukan perlawanan terhadap SBY.

    Ia mengaku, sampai detik ini, DPC Demokrat Tulungagung tidak menerima undangan ataupun kontak dari Anas Urbaningrum terkait dengan upaya konsolidasi yang digembar-gemborkan media. Trimo meyakini seluruh pengurus DPC di Jawa Timur tidak akan melakukan upaya perlawanan kepada SBY. "Sampai sekarang kan tidak ada undangan dari Anas," katanya.

    Sikap yang sama disampaikan Ketua DPC Demokrat Kota Kediri Jaka Siswa Lelana. Dia bahkan dengan tegas menolak tertarik pada kubu-kubuan yang saat ini tengah dibangun di dalam Demokrat. Menurut dia, partai ini masih solid untuk mendukung langkah Majelis Tinggi. "Toh, Anas tidak dipecat, kan?" katanya.

    Namun Jaka menghormati sikap sejumlah pengurus yang mempersoalkan pelengseran tersebut. Hal itu dianggap suara yang ingin menjaga partai agar tetap dalam koridor AD/ART.

    Menanggapi soal pakta integritas yang dikeluarkan Majelis Tinggi, Jaka menyambut positif. Meski belum mengetahui butir-butir komitmen tersebut, dia merasa tidak berkeberatan untuk menandatangani.

    HARI TRI WASONO

    Berita Terpopuler:
    Ulah Ibas Isi Absensi Coreng Citra DPR

    Hatta Ke Pasar Klender, Pedagang Malah Cari Jokowi

    Jokowi Ambil Alih Penanganan Rusun Marunda

    KPK Temukan Nama Petinggi PKS di Kantor Indoguna

    KPK Bentuk Tim Investigasi Usut 'Sprindik' Anas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.