Rombongan Bupati Bolaang Mongondow Timur Diserang Warga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan Mahasiswa Fakultas Olahraga  melakukan penyerangan ke Fakultas Ekonomi di kampus Universitas Negeri Makassar jl A.P Pettarani Makassar, Jumat (11/6). Kejadian ini di picu oleh pemukulan terhadap seorang mahasiswa Fakultas Olahraga yang diduga dilakukan oleh mahasiswa fakultas Ekonomi. TEMPO/Hariandi Hafid

    Puluhan Mahasiswa Fakultas Olahraga melakukan penyerangan ke Fakultas Ekonomi di kampus Universitas Negeri Makassar jl A.P Pettarani Makassar, Jumat (11/6). Kejadian ini di picu oleh pemukulan terhadap seorang mahasiswa Fakultas Olahraga yang diduga dilakukan oleh mahasiswa fakultas Ekonomi. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Manado - Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, Sehan Landjar, dan rombongannya, Jumat, 17 Agustus 2012, diserang puluhan warga. Peristiwa terjadi saat iring-iringan mobil bupati dan para pejabat kembali ke ibukota kabupaten setelah melaksanakan upacara peringatan Proklamasi RI di Kecamatan Kotabunan.

    Akibat serangan tersebut, mobil dinas bupati, yakni Toyota Fortuner mengalami pecah kaca. Mobil Sekretaris Daerah Kabupaten serta beberapa mobil dinas lainnya juga ikut hancur karena dilempari warga.

    Menurut penuturan staf Humas Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ahmad Alheid, kejadian bermula ketika rombongan bupati kembali ke ibu kota kabupaten yang berada di Kecamatan Tutuyan.

    "Entah mengapa, tiba-tiba mobil rombongan dicegat oleh massa yang juga baru selesai menggelar upacara. Mereka ngamuk dan akhirnya melempari rombongan dengan batu. Ya, akhirnya kaca mobil bupati dan sekda pecah," kata Alheid.

    Alheid juga mengatakan dirinya mencoba mencari tahu alasan warga melakukan aksi penyerangan. Alheid mendapatkan penjelasan bahwa warga tersebut tidak terima pada penetapan upacara kemerdekaan bukan di Kecamatan Tutuyan yang merupakan ibu kota kabupaten.

    "Ini melanggar konstitusi. Masa kita yang berada di ibu kota malah ditinggalkan. Ini sudah melecehkan warga di sini," kata Alheid menirukan penjelasan warga.

    Aparat Kepolisian Sektor Urban Kotabunan hingga kini masih memburu para pelaku sambil mengumpulkan data-data dari para saksi.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.