Komandan Kopassus Bantah Ada Perintah Atasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan yang menjadi terdakwa dalam kasus penyerangan lapas Cebongan Serda Ucok Tigor Simbolon (kedua kanan) bersama dua rekannya keluar dari ruang sidang usai mendengarkan tuntutan dalam kasus tersebut di Pengadilan Militer II-11 Bantul, Yogyakarta, Rabu (31/7). ANTARA/Regina Safri

    Anggota Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan yang menjadi terdakwa dalam kasus penyerangan lapas Cebongan Serda Ucok Tigor Simbolon (kedua kanan) bersama dua rekannya keluar dari ruang sidang usai mendengarkan tuntutan dalam kasus tersebut di Pengadilan Militer II-11 Bantul, Yogyakarta, Rabu (31/7). ANTARA/Regina Safri

    TEMPO.CO, Yogyakarta -- Komandan Grup Dua Komando Pasukan Khusus, Letnan Kolonel Maruli Simandjuntak, membantah bahwa dalam aksi penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, ada perintah dari atasan.

    Empat tahanan tewas ditembak Sersan Dua Ucok Tigor Simbolon pada 23 Maret dinihari lalu. "Saya manusia. Mereka (terdakwa) juga manusia. Sama-sama bisa emosi kalau ada teman yang dibunuh," kata Maruli saat ditemui seusai persidangan di halaman Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Jumat, 6 September 2013.

    Maruli kembali menegaskan bahwa dalam korpsnya ada jiwa korsa yang mereka miliki. "Hasil persidangan seperti apa? Kan, sudah berlangsung dan selesai. Juga terbuka. Tak ada perintah atasan," kata Maruli, yang hadir mengenakan celana jins dan T-shirt biru muda.

    Sementara itu, ayah Ucok, Opung Teguh Simbolon, merasa terpukul dengan vonis yang dijatuhkan kepada anaknya. Dia sempat membandingkan vonis 11 tahun dan pemecatan anaknya dengan vonis koruptor yang tak sampai 10 tahun. Apalagi Ucok telah mengabdi 17 tahun sebagai prajurit Kopassus. "Meski dipenjara, janganlah dipecat. Baret merah adalah kebanggaannya dan keluarga," kata Opung dengan mata berkaca-kaca.

    Ucok sehari-hari dikenal sebagai orang yang jujur, terbuka, dan ceria. "Dia selalu patuh pada kesatuannya," kata Opung.

    Berkaitan dengan vonis pemecatan anak buahnya itu, Maruli yakin ada banyak pihak yang bersedia memberikan pekerjaan pada Ucok. "Siapa, sih, yang enggak bersedia menerima orang yang bekerja tanpa insentif?" kata Maruli.

    Apalagi, menurut Maruli, Ucok adalah orang yang mempunyai intelegensi tinggi. Ucok belajar komputer secara otodidak. "Meskipun tentara, tak harus bekerja dengan fisik. Tapi juga intelegensia. Bisa jadi intelegensi saya di bawah Ucok," kata Maruli, yang enggan menyebutkan jenis pekerjaan apa yang mungkin dikerjakan Ucok setelah masa hukuman usai.

    PITO AGUSTIN RUDIANA

    Topik Terhangat
    Delay Lion Air | Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Tes Penerimaan CPNS
    Berita Terpopuler Lainnya:

    Komisi Perhubungan Minta Lion Air Dijatuhi Sanksi
    Ahok Jamin Tak Ada Calo di Penerimaan CPNS
    Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok
    Zaskia Gotik Putuskan Pertunangan dengan Vicky


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.