Jadi Tersangka Simulator SIM, Djoko Pilih Bungkam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik pembuatan simulator SIM, PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi, Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Bekasi, Selasa (17/04). Tempo/Dhemas Reviyanto

    Pabrik pembuatan simulator SIM, PT. Citra Mandiri Metalindo Abadi, Jalan Raya Narogong, Bantar Gebang, Bekasi, Selasa (17/04). Tempo/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Semarang - Mantan Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI Inspektur Jenderal Djoko Susilo tak mau berkomentar ketika ditanya soal kemungkinan dia ditetapkan sebagai tersangka terkait penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam pengusutan proyek pengadaan simulator alat uji surat izin mengemudi.

    Saat ditanya soal KPK yang sudah menetapkan status terhadap pejabat Polri yang berinisial DS, Djoko juga tak mau menjawabnya. "Sudah ada yang menangani," katanya kepada Tempo di Semarang, Selasa, 31 Juli 2012.

    KPK dikabarkan sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini, seorang petinggi Polri berinisial DS berpangkat jenderal bintang dua. Dia diduga Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

    Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang dikonfirmasi membenarkan penetapan tersangka tersebut. "Ya, betul," kata Busyro singkat melalui pesan pendek.

    Menurut Djoko, kasus tersebut sedang ditangani Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Karena itu, Djoko meminta Tempo menanyakan hal ini kepada Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

    Kasus ini mulai diungkap Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Bambang Sukotjo. Bambang membeberkan mengenai adanya suap dalam proyek pengadaan simulator mengemudi pada Koordinator Lalu Lintas Mabes Polri.

    Menurut Sukotjo, dalam pemenangan tender simulator pada 2011, Direktur Citra Mandiri Metalindo, Budi Santoso, memberikan suap kepada Djoko sebesar Rp 2 miliar.

    Selain dugaan suap, Sukotjo juga menceritakan mengenai adanya praktek mark up dalam proyek pengadaan simulator motor dan mobil ini. Budi berhasil memenangi tender pengadaan 700 simulator sepeda motor senilai Rp 54,453 miliar dan 556 simulator mobil senilai Rp 142,415 miliar pada 2011.

    Dalam artikel Majalah Tempo pada 23 April 2012 berjudul Simsalabim Simulator SIM, Budi Susanto membenarkan pernah meminta uang tunai Rp 4 miliar kepada Sukotjo. Begitu juga permintaan agar Sukotjo mengantarkan satu kardus uang ke kantor Korps Lalu Lintas. Namun, menurut dia, uang itu bukan dikirim untuk Djoko. "Saya hanya minta dia menitipkan ke Tiwi, orang yang saya kenal di sana," ujarnya. "Itu uang saya."

    ROFIUDDIN

    Berita terkait:
    Polri Bantah Penyidik KPK Tertahan di Korps Lantas 

    Pagi Ini, KPK-Polri Gelar Konferensi Pers di Kuningan 

    Simsalabim Simulator SIM III 

    Ini Kata Busyro Soal Penggeledahan KPK di Korlantas 

    Simsalabim Simulator SIM II  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...