Yusril: Kejaksaan Tak Mampu Pulangkan Joko Tjandra  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Advokat kondang yang juga mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, menanggapi santai rencana Kejaksaan Agung menelusuri dugaan keterlibatannya dalam proses perubahan kewarganegaraan buron kasus BLBI, Joko Tjandra. Menurut Yusril, rencana tersebut justru menunjukkan Kejagung kewalahan memulangkan pengusaha kakap pemilik sejumlah properti mewah itu.

    Kejaksaan Agung mengaku akan menelusuri opini hukum (legal opinion) yang dipergunakan Joko Tjandra untuk memohon status kewarganegaraan di Papua Nugini. Dalam dokumen yang dibuat oleh kantor Yusril, biro hukum Ihza and Ihza, Joko disebut tak punya masalah hukum apapun di Indonesia. Berkat dokumen itu, pemerintah Papua Nugini pun meloloskan permohonan Joko menjadi warga negara di negara Pasifik itu.  

    Yusril sendiri balik menantang langkah Kejagung itu. Dia menilainya hanya pengalihan isu semata. "Seperti kasus yang lalu juga. Ketika mereka kesulitan dalam menangani suatu hal, mereka melimpahkan kesalahan ke orang lain. Kali ini mereka melemparkan tanggung jawab ke saya,"  katanya Rabu, 25 Juli 2012. Yusril sendiri mengaku tidak pernah mengurus proses Joko berpindah kewarganegaraan.  

    ISMA SAVITRI

    Berita Terpopuler:
    Maia Estianty: Ariel I Love You

    Jokowi Mulai Dikawal Polisi

    SBY: Allah Selamatkan Indonesia

    Kisruh Anang-KD, Ashanty Merasa Tersudut

    CEO Liga Inggris Minta Maaf pada PSSI

    Maia Estianty Bakal Nikah dengan Polisi?

    Mulai Hari Ini, Tak ada Tahu dan Tempe

    Dhani Minta Maia Sering Temui Anak-anak

    Banyak Akademisi Indonesia Dimanfaatkan Malaysia

    Pemain Muda Arsenal Dituduh Hina Yahudi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.