Calon Anggota LPSK Dicecar Status Saksi Pelapor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Todung Muya Lubis. TEMPO/Amston Probel

    Todung Muya Lubis. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Delapan kandidat anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Senin 31 Oktober 2011, menjalani seleksi wawancara terakhir. Dalam seleksi selama sehari, panitia seleksi mempertanyakan ihwal kelayakan status pelaku pelapor mendapatkan perlindungan dari LPSK.

    Ketua Panitia Seleksi LPSK Todung Mulya Lubis mengutarakan, LPSK harus benar-benar jeli memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban.”Kami tidak mau Anda lakukan kesalahan dengan memberi perlindungan ke orang yang salah, kalau kebetulan yang jadi whistle blower teryata tukang fitnah, memberikan data palsu bagaimana?”katanya dalam seleksi yang berlangsung di hotel Sahid, Jakarta.

    Ahmad Taufik, seorang bakal calon anggota, menyatakan pemberian perlindungan harus didahului verifikasi data si pelapor. ”Kita punya verifikasi dari fakta, tracking orang tersebut untuk memperkuat.” kata Taufik, yang berprofesi sebagai jurnalis ini.

    Taufik menjelaskan, untuk dapat mengetahui seseorang layak atau tidak mendapatkan perlindungan perlu dilakukan verifikasi atas data juga pengakuan. Hal itu, katanya lagi, dapat dilakukan melalui tim yang telah ada di LPSK. “Dibahas apakah dia memang ikut serta di dalamnya atau dia dibayar, itu bisa keliatan.

    Calon lainnya Masruchiyah Nieke menyatakan pemberian status dilakukan berdasarkan seberapa banyak informasi yang diberikan bisa dipakai untuk mengungkap kasus. ”Menyesatkan, berharga, atau tidak, itu perlu assestment,” dia menegaskan.

    Kandidat lainnya Lily Purba seorang aktivis dari Partnertship for Goodgovernance menyatakan, LPSK perlu mensosialisasikan lebih serius status pelaku pelapor itu. Sebab, selama ini ia menilai masih banyak masyarakat belum paham pentingnya keberadaan lembaga tersebut

    Padahal, katanya lagi, LPSK memiliki peran penting dalam membongkar kasus-kasus besar semisal mafia anggaran yang kini menjadi sorotan.”Bisa proaktif melakukan sosialisasi tugas LPSK ke orang atau badan yang ingin melindungi mafia anggaran yang mau bekerjasama,”katanya.

    “Dengan perlindungan ke Justice Collaborator ada kemungkinan kita bisa bongkar praktek mafia lainnya,”kata calon lainnya David Nixon yang berlatarbelakang seorang advokat.

    RIRIN AGUSTIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.