Rabu, 14 November 2018

Presiden Lantik 816 Perwira Baru TNI/Polri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputri melantik 816 Perwira Pertama lulusan Akademi Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Republik Indonesia 2003, di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (19/12). Para lulusan terdiri dari 295 perwira dari Akademi Militer, 131 perwira dari Akademi Angkatan Udara, 147 perwira dari Akademi Angkatan Laut, 243 dari Akademi Kepolisian. Dalam upacara pelantikan itu, presiden menyematkan tanda pangkat perwira secara simbolis kepada para perwakilan. Setelah itu, para perwira mengucapkan sumpah perwira yang dipimpin inspektur upacara, Presiden Megawati sendiri. Pada kesempatan itu, presiden juga memberikan tanda penghargaan Adimakayasa kepada empat lulusan terbaik dari empat akademi itu: Letnan Dua Infanteri Constantinus Rusmanto dari Akademi Militer, Letnan Dua Laut Anugerah Anurullah dari Akademi Angkatan laut, Letnan Dua Teknik Henri Prasetyo dari Akademi Angkatan Udara dan Inspektur Polisi Dua Wirdhanto Hadicaksano dari Akademi Kepolisian. Dalam sambutannya, presiden mengatakan, sebagai perwira para lulusan akademi harus menjaga keteguhan dan kebesaran moral. Karena dalam kondisi peralihan seperti yang dihadapi Indonesia saat ini, banyak perubahan yang sedang dan akan terjadi. Perubahan itu tidak hanya terjadi pada tatanan normal dibidang kelembangan dan prosedur, tapi juga berlangsung pada sistem nilai yang mendasari dan memayungi kehidupan nasional. "Perwira dituntut selalu peka dan terus meningkatkan kepekaan terhadap setiap gerak dan kecenderungan perubahan tadi," kata Presiden. Hadir dalam acara itu, seluruh jajaran kabinet Menteri Gotong Royong, unsur militer beberapa negara tetangga dan para keluarga perwira baru. Deddy Sinaga - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?