Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Uskup Agung Ungkap Alasan Paus Fransiskus Pilih Indonesia dalam Kunjungan Apostolik

Reporter

image-gnews
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (tengah) pada konferensi pers memperingati Paskah 2024 di Gereja Katedral Jakarta, Minggu, 31 Maret 2024. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (tengah) pada konferensi pers memperingati Paskah 2024 di Gereja Katedral Jakarta, Minggu, 31 Maret 2024. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo mengungkap alasan Paus Fransiskus memilih Indonesia sebagai negara pertama yang ia kunjungi dalam perjalanan apostolik pertamanya di Asia. 

Suharyo menilai Bhineka Tunggal Ika dalam Pancasila menjadikan Indonesia istimewa di mata Paus. Bahkan, dia membandingkan Indonesia dengan Singapura. 

"Indonesia jauh lebih besar daripada Singapura, Indonesia mempunyai kekhususan, keistimewaan yang bermacam-macam dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu Bhineka Tunggal Ika, di dalam pancasila," kata Suharyo di Gedung Karya Pastoral, Kompleks Gereja Katedral Jakarta pada Rabu, 4 September 2024.

Suharyo menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, hingga pembukaan Undang-undang Dasar 1945 memiliki kesamaan prinsip dengan ajaran Paus Fransiskus di Gereja Katolik. "Mirip-mirip dengan ajaran gereja. Jadi, untuk meneguhkan itu pasti," ujarnya. 

Menurut Suharyo, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia dan berberapa negara di sekitarnya juga membawa misi pengajaran soal kesederhanaan kepada umat Katolik. "Kalau beliau mengunjungi Indonesia kemudian Papua Nugini, Timor Leste, dan sebagainya, Kenapa tidak turun dulu di Singapura? Itu adalah pilihan untuk tetap hidup sederhana," kata dia. 

Sebelumnya, Paus Fransiskus disambut para pengungsi dan anak yatim-piatu tiba di Kedutaan Besar Vatikan untuk Indonesia, Selasa, 3 September 2024. Anak-anak berjumlah sekitar lima orang didampingi oleh Komunitas Sant'Egidio Indonesia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dua anak di antaranya memberikan lukisan bergambar pohon, bendera berbagai negara, dan tangan berjabatan serta bertuliskan “Our World”. Mereka memeluk lengan Paus Fransiskus. Fransiskus tampak tersenyum kepada anak-anak itu.

Sedangkan kepada para pengungsi, Fransiskus memberikan berkat pada kening mereka. Direktur Biro Pers Vatikan Matteo Burni menyebut para pengungsi berasal dari berbagai negara. “Termasuk beberapa Rohingya dari Myanmar,” kata Matteo kepada wartawan rombongan Takhta Suci Vatikan, Selasa sore.

Selanjutnya, Paus Fransiskus tiba di Istana Negara hari ini, Rabu, 4 September 2024. Memasuki kompleks Istana menunggang mobil Innova Zenix putih berpelar SCV 1, Paus Fransiskus disambut pawai anak-anak berbaju adat. “Welcoma to Indonesia,” kata anak-anak itu. Fransiskus tersenyum sepanjang memasuki halaman Istana Negara. Kaca mobil di sebelah kiri terbuka lebar.

Francisca Christy Rosana dan Daniel A. Fajri ikut berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 

Pilihan Editor: Pastor Asal Flores, Sosok di Balik Penerjemah Paus Fransiskus dan Jokowi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Mengintip Akomodasi Paus Fransiskus Selama di Singapura, Pusat Retret yang Bersahaja di Punggol

12 jam lalu

Kamar Paus Fransiskus di Pusat Retret St Francis Xavier di Punggol selama kunjungan ke Singapura, 11-13 September 2024. (Instagram/catholic.sg)
Mengintip Akomodasi Paus Fransiskus Selama di Singapura, Pusat Retret yang Bersahaja di Punggol

Kesederhanaan dan fungsionalitas menjadi fokus utama Paus Fransiskus memilih tempat menginap.


TPNPB-OPM: Proposal Pembebasan Pilot Susi Air Tak Berkaitan dengan Kunjungan Paus Fransiskus

22 jam lalu

Kondisi terkini pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, yang disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Foto: TPNPB-OPM
TPNPB-OPM: Proposal Pembebasan Pilot Susi Air Tak Berkaitan dengan Kunjungan Paus Fransiskus

TPNPB-OPM telah mengajukan proposal kepada pemerintah Indonesia dan Selandia Baru soal rencana pembebasan pilot Susi Air


Bisa Diidentifikasi, Ini 5 Eror pada Gambar atau Foto Palsu Bangkitan AI

4 hari lalu

Paus Francis dari Midjourney yang menggunakan AI. Foto : Midjourney
Bisa Diidentifikasi, Ini 5 Eror pada Gambar atau Foto Palsu Bangkitan AI

Sebuah studi oleh Google menemukan lonjakan pesat proporsi gambar-gambar bangkitan AI dalam klaim-klaim cek-fakta hoax sejak awal 2023 lalu.


Momen Tak Terlupakan Lyodra Ginting Tampil dalam Misa Agung Paus Fransiskus di GBK

4 hari lalu

Penyanyi Lyodra Ginting saat diberkati Paus Fransiskus dalam Misa Suci di Stadion Utama GBK, Jakarta, Kamis, 5 September 2024. Lyodra mendapat kesempatan langka diberkati Paus Fransiskus dalam perjalanan apostoliknya di Indonesia. Vatican Media
Momen Tak Terlupakan Lyodra Ginting Tampil dalam Misa Agung Paus Fransiskus di GBK

Penyanyi Lyodra Ginting mengalami momen bersejarah pada Kamis, 5 September lalu kala diberkati Paus Fransiskus dalam Misa Agung di GBK, Jakarta


Masyarakat Indonesia di Mata Paus Fransiskus: Hangat Seperti Orang Napoli

4 hari lalu

Paus Fransiskus dalam perjalanan pulang menuju Roma di dalam pesawat Singapore Airlines, Jumat, 13 September 2024. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Masyarakat Indonesia di Mata Paus Fransiskus: Hangat Seperti Orang Napoli

Di mata Paus Fransiskus, masyarakat di Indonesia seperti orang-orang Napoli. Napoli adalah kota terbesar di Italia Selatan.


Paus Fransiskus Kecam Pembantaian Anak-anak Palestina di Gaza akibat Pengeboman Israel

4 hari lalu

Paus Fransiskus tiba di Singapura, 11 September 2024. Singapura merupakan negara terakhir dalam perjalanan apostolik Paus di ASEAN. Cindy Wooden/Vatican Press Pool
Paus Fransiskus Kecam Pembantaian Anak-anak Palestina di Gaza akibat Pengeboman Israel

Paus Fransiskus mengecam kematian anak-anak Palestina dalam serangan militer Israel di Gaza


Paus Fransiskus Bicara soal Demokrasi di Indonesia: Komunikasi Lintas Sektor Perlu Dilakukan

4 hari lalu

Paus Fransiskus dan Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam di National University of Singapore, Kamis, 12 Setember 2024. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Paus Fransiskus Bicara soal Demokrasi di Indonesia: Komunikasi Lintas Sektor Perlu Dilakukan

Paus Fransiskus menyatakan dinamika sosial dan politik yang terjadi baru-baru ini banyak dialami oleh negara berkembang.


Antara Trump dan Harris, Siapa Pilihan Paus Fransiskus?

4 hari lalu

Para siswa berpose dengan biola di Sekolah Humaniora Holy Trinity selama kunjungan Paus Fransiskus, di Baro, dekat Vanimo, Papua Nugini, 8 September 2024. REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Antara Trump dan Harris, Siapa Pilihan Paus Fransiskus?

Paus Fransiskus mengkritik Harris dan Trump, meminta umat Katolik AS untuk memilih 'kejahatan yang lebih kecil'.


Paus Fransiskus Akhiri Perjalanan ke Asia Tenggara dan Oseania

5 hari lalu

Presiden Joko Widodo saat menyambut langsung kedatangan Yang Teramat Mulia Bapa Suci Paus Fransiskus dalam Misa Suci yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis, 5 September 2024. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr
Paus Fransiskus Akhiri Perjalanan ke Asia Tenggara dan Oseania

Paus Fransiskus mengakhiri lawatan ke Asia Tenggara dan Oseania selama 12 hari.


Paus Fransiskus Pulang ke Vatikan Hari Ini, Naik Singapore Airlines

5 hari lalu

Rombongan Paus Fransiskus di Changi International Airport, Jumat, 13 September 2024. TEMPO/Francisca Christy Rosana
Paus Fransiskus Pulang ke Vatikan Hari Ini, Naik Singapore Airlines

Paus Fransiskus mengakhiri perjalanan apostoliknya di Singapura setelah sebelumnya mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, dan Timor Leste.