Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Profil Djuanda Kartawidjaja, Perjalanan Tokoh Pencetus Deklarasi Djuanda

image-gnews
Djuanda Kartawidjaja. Wikipedia
Djuanda Kartawidjaja. Wikipedia
Iklan

TEMPO.CO, JakartaSetiap 13 Desember di Indonesia diperingati sebagai Hari Nusantara. Peringatan ini merujuk pada pencetusan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 silam oleh Ir H. Djuanda Kartawidjaja.

Dikutip dari situs Dinas Perhubungan Kabupaten Wonogiri, Djuanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat pada 14 Januari 1911. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Raden Kartawidjaja dan Nyi Monat.

Terlahir dari keluarga yang cukup terpandang, Djuanda mengenyam pendidikan di tempat yang cukup bergengsi untuk masanya. Ia diketahui sempat bersekolah di Holland Inlandsche School atau HIS. Sekolah ini tidak lain juga merupakan tempat ayahnya, Raden Kartawidjaja, bekerja sebagai pengajar.

Setelah menyelesaikan pendidikan di HIS, Djuanda tercatat melanjutkan pendidikan ke Europeesche Lagere School atau ELS dan Hoogere Burgerschool te Bandoeng alias HBS serta berhasil lulus pada 1933. Saat ini, HBS lebih dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Baca: Sejarah 13 Desember: Deklarasi Djuanda, Begini Isi dan Tujuannya

Karier Djuanda Kartawidjaja di Pemerintahan

Djuanda Kartawidjaja sempat menjadi Menteri Perhubungan Republik Indonesia sebanyak dua periode. Periode pertama berlangsung dari 2 Oktober 1946 hingga 4 Agustus 1949.

Pada periode tersebut, Djuanda Kartawidjaja tercatat sebagai Menteri Perhubungan ke-3 RI setelah Abikoesno Tjokrosoejoso dan Ir Abdulkarim.

Kemudian, periode kedua Djuanda sebagai Menteri Perhubungan berlangsung pada 5 September 1950 hingga 30 Juli 1953. Sekitar empat tahun kemudian, tepatnya 9 April 1957, Djuanda terpilih sebagai Perdana Menteri Indonesia ke-10 menggantikan Ali Sastromiadjojo. 

Selama dua tahun menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia, terobosan utama dari Djuanda yang paling terkenal adalah pencetusan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Pada dasarnya, deklarasi ini menegaskan bahwa laut-laut antarpulau di Indonesia merupakan bagian dari wilayah Indonesia sehingga membentuk satu kesatuan wilayah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berkat perjuangannya mencetuskan deklarasi tersebut, pada 1999, Presiden Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Kelak, peringatan ini diperkuat oleh oleh Presiden Megawati melalui Keputusan Presiden RI nomor 126 Tahun 2001 tentang Hari Nusantara. 

Akhir Pengabdian Djuanda Kartawidjaja

Sekitar enam tahun usai mencetuskan Deklarasi Djuanda, Djuanda Kartawidjaja dikabarkan meninggal dunia pada 7 November 1963 di Jakarta akibat serangan jantung. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan atau TMP Kalibata. 

Sebagai bentuk penghormatan atas peran dan kontribusi Djuanda terhadap kedaulatan geografis di Indonesia, Pemerintah Indonesia menetapkan Djuanda Kartawidjaja sebagai salah satu Pahlawan kemerdekaan nasional. 

Saat ini, nama Djuanda Kartawidjaja mudah ditemui di sejumlah fasilitas umum, seperti Bandar Udara Juanda di Surabaya, Jawa Timur, Stasiun Kereta Api Juanda dan beberapa ruas jalan di Indonesia. 

Nama Djuanda Kartawidjaja juga dapat ditemukan dalam pecahan uang 50.000 rupiah keluaran Bank Indonesia baik emisi 2016 maupun emisi 2022.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN 

Baca juga: Acara Puncak Hari Nusantara 2022 Dilaksanakan di Wakatobi, Begini Alasan Bahlil Lahadalia

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Respons Hasto soal Peluang Megawati Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung

1 hari lalu

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menghadiri diskusi Peristiwa Kudatuli di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 20 Juli 2024. TEMPO/Savero Aristia Wienanto
Respons Hasto soal Peluang Megawati Jadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung

Hasto menanggapi soal peluang Megawati jadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.


Kerja Sama Bank Indonesia dan Bank of Korea, Kapan Mulai Bisa Belanja di Korea dengan QRIS?

1 hari lalu

Cara membuat QRIS untuk pemilik bisnis atau merchant (UMKM) cukup mudah. Berikut ini langkah-langkahnya dan jenis pembayaran via QRIS. Foto: Canva
Kerja Sama Bank Indonesia dan Bank of Korea, Kapan Mulai Bisa Belanja di Korea dengan QRIS?

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan kerja sama pembayaran berbasis kode QR antara BI dan Bank of Korea memungkinkan menggunakan QRIS di Korea


Tingkatkan Akses Investor ke Pasar Modal, KSEI Tunjuk 8 Bank Tambahan Jadi Bank Pembayaran Periode 2024-2029

1 hari lalu

Ilustrasi bursa saham. REUTERS/Issei Kato
Tingkatkan Akses Investor ke Pasar Modal, KSEI Tunjuk 8 Bank Tambahan Jadi Bank Pembayaran Periode 2024-2029

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi memperbaharui kerja sama Bank Administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Bank Pembayaran dengan menunjuk 8 bank tambahan.


Jadi Tidaknya PDIP Usung Ahok ke Pilgub Jakarta Tunggu Rapat yang Dipimpin Megawati

2 hari lalu

(kika) Calon Wagub DKI Jakart Basuki Tjahaja Pernama (Ahok) bersama ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputr. TEMPO/Dasril Roszandi
Jadi Tidaknya PDIP Usung Ahok ke Pilgub Jakarta Tunggu Rapat yang Dipimpin Megawati

Said Abdullah mengatakan keputusan mengusung Ahok di Pilgub Jakarta masih menunggu rapat partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri


Catat, Inilah Daftar 9 Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS

3 hari lalu

Cara membuat QRIS untuk pemilik bisnis atau merchant (UMKM) cukup mudah. Berikut ini langkah-langkahnya dan jenis pembayaran via QRIS. Foto: Canva
Catat, Inilah Daftar 9 Negara yang Bisa Melayani Pembayaran QRIS

Ada sembilan negara yang bisa menggunakan QRIS, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, Brunei Darussalam, Jepang, Korsel.


Bank Indonesia Catat Rp 775 Triliun Modal Asing Mengalir ke SRBI

3 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo bersama jajaran Deputi Bank Indonesia saat mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Juni 2024 di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2024. Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 6,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7 persen. TEMPO/Tony Hartawan
Bank Indonesia Catat Rp 775 Triliun Modal Asing Mengalir ke SRBI

Bank Indonesia mencatat Rp 775,45 Triliun modal asing telah mengalir ke SRBI. Meningkat dibanding bulan lalu yang nilainya Rp 666,53 triliun.


Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen Bulan Ini

4 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 6,25 Persen Bulan Ini

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada pada 16-17 Juli 2024 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga sebesar 6,25 persen.


Bank Indonesia Optimistis Nilai Tukar Rupiah Makin Stabil

4 hari lalu

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. TEMPO/Tony Hartawan
Bank Indonesia Optimistis Nilai Tukar Rupiah Makin Stabil

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi performa rupiah akan semakin menguat ke depan.


Ketum PBNU Singgung Dirinya dan Gus Dur juga Pernah ke Israel, tapi Beda Cara dengan 5 Nahdliyin

4 hari lalu

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan pers mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Ketum PBNU Singgung Dirinya dan Gus Dur juga Pernah ke Israel, tapi Beda Cara dengan 5 Nahdliyin

Menurut Ketum PBNU, kunjungan kader NU ke Israel bukan pertama kalinya terjadi saat ini.


Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.627 T, Ekonom: Berpotensi Naik Seiring Kembali Masuknya Investor Asing ke Pasar SBN

4 hari lalu

Ilustrasi Hutang. shutterstock.com
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 6.627 T, Ekonom: Berpotensi Naik Seiring Kembali Masuknya Investor Asing ke Pasar SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri atau ULN Indonesia pada Mei 2024 tumbuh 1,8 persen dibanding tahun lalu atau year on year (yoy).