KPK Periksa Pramugari RDG Airlines di Kasus Lukas Enembe

Editor

Amirullah

Ketua KPK Firli Bahuri didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri berbincang dengan Gubernur Papua Lukas Enembe di kediaman Lukas di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Kamis, 3 November 2022. Firli berkunjung dalam rangka pemeriksaan Lukas yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi sebesar Rp 1 miliar. Foto: Tim Humas Gubernur Papua

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali melakukan pemeriksaan saksi dalam kasus korupsi yang diduga melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe. Kali ini, KPK memeriksa pramugari RDG Airlines.

Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara KPK, Ali Fikri, pada Selasa 29 November 2022. Ia menyebut total ada dua orang yang diperiksa untuk pengembangan kasus tersebut. "Keduanya diperiksa Senin kemarin, 28 November 2022, dan keduanya diperiksa di Gedung Merah Putih KPK," kata Ali dala keterangan tertulis KPK.

Adapun para saksi yang diperiksa salah satunya adalah Tamara Anggraeny yang merupakan salah satu pramugari di RDG Airlines. Saksi lain yang diperiksa adalah Roby selaku pegawai PT Mulia Multi Remitter. "Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk didalami pengetahuannya," kata Ali.

Baca: KPK Telisik Pembelian Berbagai Aset oleh Lukas Enembe

Gubernur Papua Lukas Enembe terjerat kasus dugaan suap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang melibatkan dana APBD Papua. Lukas diduga menerima gratifikasi untuk memuluskan perizinan proyek tersebut. KPK telah memanggil Lukas sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Namun, ia tidak dapat hadir dengan alasan kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Pada 3 November 2022 lalu, KPK yang dipimpin langsung oleh Ketua KPK, Firli Bahuri, membawa serta tim dokter untuk memeriksa kesehatan Lukas di Jayapura. Hasil pemeriksaan menyebut Lukas mengalami sakit sehingga pemeriksaan tersangka Lukas Enembe belum dapat dilangsungkan.

KPK juga telah memeriksa sejumlah saksi dalam pengembangan kasus tersebut. Pada 28 November kemarin, Kuasa Hukum Lukas Enembe, Roy Rening, diperiksa oleh KPK. Ia mengatakan pemeriksaan tersebut tidak menyangkut perkara pokok kasus suap yang menjerat kliennya tersebut.

"Namun hanya berkaitan dengan profesi saya sebagai kuasa hukum Pak Lukas Enembe," kata dia saat ditemui di depan Gedung Merah Putih KPK.

Baca juga:  KPK Bantah Akan Periksa Pengacara Lukas Enembe di Jayapura

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

6 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Anjlok di 2022, KPK Ungkap Susahnya Pencegahan

Kata KPK, kalau nilai indeks persepsi korupsi 34 ini adalah buah dari kita yang merasa nyaman dengan kondisi sekarang tanpa terobosan.


Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2022 Melorot 4 Poin, TII: Drastis Sejak Reformasi

7 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2022 Melorot 4 Poin, TII: Drastis Sejak Reformasi

Transparency International Indonesia menyebut penurunan Indeks Persepsi Korupsi pada 2022 merupakan jumlah paling drastis sejak era reformasi.


Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

7 jam lalu

Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

MPR mendukung tindakan pemerintah pusat, TNI dan Polri, dalam menciptakan kondisi Papua yang aman, damai, dan kondusif.


Lukas Enembe Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Sebut Dicecar Soal Nama Pengusaha dan Hasil Kekayaan

14 jam lalu

Lukas Enembe Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Sebut Dicecar Soal Nama Pengusaha dan Hasil Kekayaan

Kuasa Hukum, Lukas Enembe Petrus Bala Pattyona, mengatakan kliennya ditanyai sejumlah pertanyaan termasuk mengkonfirmasi sejumlah nama pengusaha


KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

15 jam lalu

KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

Lukas Enembe menjadi tersangka dalam kasus suap sejumlah proyek pembangunan di Papua.


Nama Said Aqil Disebut di Sidang Kasus Unila, Sekretaris SAS Institute: Beliau Subyek Korban

16 jam lalu

Nama Said Aqil Disebut di Sidang Kasus Unila, Sekretaris SAS Institute: Beliau Subyek Korban

Sekretaris Eksekutif Said Aqil Siroj Institute, Abi Rekso menyatakan Said Aqil menjadi subjek korban dalam praktik korupsi di Unila.


Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

16 jam lalu

Ini Alasan KPK Menambah Personel dari Kepolisian

Sebanyak 15 orang personel Polri bergabung dengan KPK sebagai penyidik. Mereka telah menjalani serangkaian tahapan seleksi


Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

19 jam lalu

Polri Kirim 15 Orang Personel yang Bertugas Jadi Penyidik KPK

Polri telah mengirimkan 15 orang personel untuk menjadi penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama empat tahun ke depan


Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

23 jam lalu

Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

Kementerian ESDM bakal meningkatkan rasio elektrifikasi agar seluruh wilayah Indoneia mendapatkan akses listrik.


Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

1 hari lalu

Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

Pelapor akan mendatangi kantor Komnas HAM Senin siang ini.