Isu Setoran Tambang Ismail Bolong ke Petinggi Polri Diduga Hingga Rp 6 Miliar

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Tangkapan layar Ismail Bolong pengusaha pengepul batu bara yang videonya viral. Sumber: medsos

TEMPO.CO, Jakarta -Beredar video Ismail Bolong di media sosial yang mengaku sebagai pengepul batu bara ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) menghebohkan Tanah Air. Dalam videonya, Ismail Bolong mengaku pernah menyetorkan sejumlah uang kepada seorang perwira tinggi Polri.

Ihwal aliran dana tambang ilegal berdasarkan laporan hasil penyelidikan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri menyebutkan adanya dugaan aliran dana tambang ilegal dari Ismail Bolong kepada sejumlah anggota Polri.

Baca juga : Kasus Ismail Bolong, Kapolri Disarankan Bentuk Tim Berisi Jenderal Bintang Tiga

Dari rangkuman Tempo, aliran dana dari Ismail Bolong diduga masuk ke petinggi Polri. Berikut hal-hal dalam kasus setoran Ismail Bolong.

Kapolda dan Wakapolda Kaltim terima uang hingga Rp 6 miliar?
Uang koordinasi dari Ismail Bolong cs besarannya bervariasi antara Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu per metrik ton. Para pejabat di Polda Kaltim sempat menerima uang pada Oktober hingga Desember 2021, mereka diduga menerima uang dengan kisaran Rp 600 juta hingga Rp 5 miliar.

Irjen Herry Rudolf Nahak dan wakilnya. Herry diduga menerima uang sebesar Rp 5 miliar sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sementara wakilnya diduga menerima sebesar Rp 1 miliar.

Dugaan aliran dana ke Kabareskrim
Ismail diduga tiga kali menyerahkan uang secara langsung kepada Kabareskrim Komjen, Agus Andrianto pada Oktober, November dan Desember 2021. Besarannya, Rp 2 miliar setiap bulan. Selain itu, Ismail Bolong juga disebut tiga kali mengguyurkan dana ke jajaran Bareskrim Polri pada Oktober hingga Desember 2021 dengan besaran Rp 3 miliar.

Kapolri mengaku tak tahu perihal laporan
Laporan yang diberikan Ferdy Sambo terkait pihak-pihak yang menerima suap dari Ismail Bolong, Kapolri Listyo Sigit menyatakan tak mengetahui secara rinci terkait laporan tersebut. laporan Sambo kepadanya. Dia menyatakan hanya mendapatkan laporan singkat soal itu.

Listyo Sigit menyatakan akan menelusuri laporan tesebut dan mendalami pengakuan Ismail Bolong dalam video yang sempat viral di media sosial.

MALINI | TIM TEMPO
Baca juga : Trend Asia Sebut Batu bara Ilegal Ismail Bolong Cs Diekspor ke 3 Negara

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Bareskrim Polri Panggil Ismail Bolong Besok Telusuri Dugaan Suap Tambang Ilegal

10 jam lalu

Bareskrim Polri Panggil Ismail Bolong Besok Telusuri Dugaan Suap Tambang Ilegal

Bareskrim Polri akan memanggil Ismail Bolong pada Selasa 29 November 2022 besok. Hal tersebut dilakukan guna menelusuri dugaan gratifikasi ke polisi


Kapolri Pastikan Pencarian Kru Helikopter Polairud P-1103 Dilakukan Maksimal

10 jam lalu

Kapolri Pastikan Pencarian Kru Helikopter Polairud P-1103 Dilakukan Maksimal

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan proses pencarian kru Helikopter Polairud yang hilang di perairan Belitung dilakukan secara maksimal


KPK Periksa 5 Saksi dalam Kasus Bambang Kayun

10 jam lalu

KPK Periksa 5 Saksi dalam Kasus Bambang Kayun

para saksi akan dimintai keterangannya dalam kasus suap pemalsuan surat hak waris PT Aria Citra Mulia yang menyeret Bambang Kayun.


Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

12 jam lalu

Bareskrim Polri Panggil Lagi Ismail Bolong Besok

Mabes Polri telah memanggil Ismail Bolong. Namun mantan anggota kepolisian berpangkat Ajun Inspektur Satu itu tidak datang.


Survei Indikator: 68,5 Persen Publik Setuju Kebijakan Kapolri Soal Tilang Elektronik

14 jam lalu

Survei Indikator: 68,5 Persen Publik Setuju Kebijakan Kapolri Soal Tilang Elektronik

Sebanyak 68,5 persen publik setuju kebijakan tilang elektronik.


Ingin Menjadi Anggota Tim SAR? Penuhi 18 Syarat Berikut Ini

14 jam lalu

Ingin Menjadi Anggota Tim SAR? Penuhi 18 Syarat Berikut Ini

Tim SAR bertugas melaksanakan fungsi pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan. Begini syarat CPNS Basarnas.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

16 jam lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.


Inilah Sederet Polisi Berpangkat Rendah dengan Kekayaan Melimpah

1 hari lalu

Inilah Sederet Polisi Berpangkat Rendah dengan Kekayaan Melimpah

Praktik-praktik ilegal kerap dilakukan para polisi berpangkat rendah untuk mendulang kekayaan di luar gaji pokok polisi yang tidak seberapa.


Kasus Ismail Bolong, Eks Wakapolri Ungkap Modus Mafia Tambang Amankan Bisnisnya

1 hari lalu

Kasus Ismail Bolong, Eks Wakapolri Ungkap Modus Mafia Tambang Amankan Bisnisnya

Eks Wakil Kepala Kepolisian RI Oegroseno mengatakan, kasus Ismail Bolong dalam memainkan bisnis tambang ilegal hanya segelintir kasus saja.


Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

1 hari lalu

Top Nasional: Presiden Tanggapi Teriakan Jokowi 3 Periode, Komitmen Kapolri Usut Kasus Ismail Bolong

Presiden Jokowi menanggapi teriakan dari para relawan soal Jokowi 3 periode pada acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno.