Siang Ini Iptu Hardista Jalani Sidang Etik Dugaan Tak Profesional di Kasus Brigadir J

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah saat menyampaikan perkembangan terbaru sidang kode etik penanganan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Jakarta Selatan, 7 September 2022 [Tempo/Eka Yudha Saputra]

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Kode Etik Polri hari ini kembali menggelar sidang etik bagi anggotanya yang diduga tidak profesional dalam penanganan perkara kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sidang etik kali ini dilakukan terhadap mantan anggota Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Satu atau Iptu Hardista Pramana Tampubolon. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Nurul Azizah mengatakan,sidang ini rencananya akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB, Kamis, 22 September 2022.

"Agenda hari ini Kamis, 22 September 2022 sidang KKEP dengan terduga pelanggar Iptu HT yang akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB di ruang sidang Divpropam Polri Gedung TNCC lantai 1 Mabes Polri," kata Nurul dalam keterangannya di Polritv Kamis, 22 September 2022.

Sidang etik kali ini diketuai oleh Komisaris Besar Situs Ginting dan Wakil ketua Kombes Pitra Andreas serta anggota sidang Kombes Armaeni. Nurul mengungkapkan sejumlah 6 saksi dihadirkan.

"Selanjutnya saksi-saksi dalam persidangan sebanyak enam orang yaitu Kombes Pol ANP, AKP IF, Iptu CA, Iptu SMH, Aiptu SA, dan Aipda RJ," kata Nurul.

Sama seperti sebelumnya, Nurul mengatakan bahwa wujud pelanggaran Hardista ialah karena tidak profesional dalam melaksanakan tugas. Nurul tidak menjelaskan lebih detail mengenai peran Hardista pada kejadian ini.

Adapun pasal yang disangkakan yaitu Pasal 5 Ayat 1 huruf C, Pasal 6 Ayat 2 huruf B Peraturan Kepolisian Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebelumnya diketahui bahwa nama Iptu Hardista Pramana sempat masuk dalam 24 personel yang dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST/1751/VIII/KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022.

Baca juga: Bantah Ulur Waktu Sidang Etik di Kasus Brigadir J, Polri: Butuh Proses dan Penahapan






Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

40 menit lalu

Febri Diansyah Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob sebelum Memutuskan Jadi Pengacara Dia

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang mengatakan Ferdy Sambo menyesali perbuatannya saat dikunjungi di tahanan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok.


Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Motif Baru di Balik Pembunuhan Brigadir J

1 jam lalu

Kamaruddin Simanjuntak Ungkap Motif Baru di Balik Pembunuhan Brigadir J

Kuasa Hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap motif baru mengapa Brigadir J dihabisi Ferdy Sambo


Pengacara Targetkan Bharada E Bebas dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

1 jam lalu

Pengacara Targetkan Bharada E Bebas dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Pengacara Bharada E mengatakan kliennya menembak karena diperintah Ferdy Sambo. Bharada E kini jadi justice collaborator yang dilindungi LPSK.


Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

2 jam lalu

Bareskrim Polri Usut 4 Kasus Robot Trading dengan Kerugian Korban Rp 25 Miliar

Bareskrim Mabes Polri sedang menyidik empat perkara robot trading yang merugikan korban hingga Rp 25 Miliar.


Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

3 jam lalu

Soal Penahanan Putri Candrawathi, Jampidum: Kewenangan Jaksa Penuntut Umum

Jaksa bisa saja melakukan penahanan apabila khawatir Putri Candrawathi melarikan diri, merusak barang bukti, dan melakukan tindak pidana lain.


Gugatan Deolipa Mengganggu Konsentrasi Pengacara Bharada E Hadapi Kasus Ferdy Sambo

3 jam lalu

Gugatan Deolipa Mengganggu Konsentrasi Pengacara Bharada E Hadapi Kasus Ferdy Sambo

Pengacara Bharada E menyebut gugatan Deolipa Yumara telah mengganggu konsentrasinya. Padahal kasus Ferdy Sambo segera masuk persidangan.


Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

3 jam lalu

Alasan Kejaksaan Agung Gabungkan Dua Perkara yang Jerat Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan penggabungan dua perkara yang menjerat Ferdy Sambo yaitu pembunuhan berencana dan obstruction of justice.


Profil Paulus Waterpauw, Pj Gubernur Papua Barat Berikan Somasi kepada Kuasa Hukum Lukas Enembe

4 jam lalu

Profil Paulus Waterpauw, Pj Gubernur Papua Barat Berikan Somasi kepada Kuasa Hukum Lukas Enembe

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw memberikan somasi kepada tim kuasa hukum Lukas Enembe. Siapa dia dengan pangkat terakhir Komjen Polisi ini?


Kejaksaan Nyatakan Berkas Ferdy Sambo Cs Sudah P21

5 jam lalu

Kejaksaan Nyatakan Berkas Ferdy Sambo Cs Sudah P21

Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo Cs telah lengkap atau P21.


Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

6 jam lalu

Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

Deolipa Yumara sebut tidak ada gugatan yang tidak mengada-ada.