Tangis Ferdy Sambo di Dalam Tahanan, Titip Agar Anaknya Lanjutkan Cita-cita

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto mendatangi Bareskrim Mabes polri untuk meminta perlindungan pada anak anak dari Ferdy Sambo dan Putri, Jakarta. Selasa, 23 Agustus 2022. Menurut Kak Seto, perlu membedakan perlakuan pada anak-anak kedua pasangan ini untuk memberikan perlindungan terutama yang masih berusia di bawah 18 tahun dari bully. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, JakartaFerdy Sambo terharu meneteskan air mata karena anak-anaknya diberi perhatian ketika bertemu Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto. Emosi mantan Kepala Divisi Propam Polri itu diungkapkan Kak Seto ketika ia menemuinya di rumah tahanan atau rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa, 23 Agustus 2022.

“Beliau malah sempat menetaskan air mata, sempat terharu, terima kasih, dan senang sekali bahwa anak-anaknya diberikan perhatian,” kata Kak Seto saat dihubung, 23 Agustus 2022.

Kak Seto mengatakan Ferdy Sambo mengizinkan anak-anakny dilindungi oleh LPAI. Lebih lanjut, Ferdy menitipkan pesan agar anak-anak tetap kuat menghadapi berbagai perundungan. Selain itu, Ferdy berpesan agar anak-anaknya tetap melanjutkan cita-citanya. “Anak yang nomor dua dan tiga ingin menjadi polisi,” kata Kak Seto mengutip pesan Ferdy.

Seto Mulyadi mengatakan pihaknya sedang mengatur waktu untuk bertemu anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Pasalnya, dua anaknya tidak berada di Jakarta. Kak Seto mengatakan ingin bertemu tiga anaknya yang di bawah umur dewasa sekaligus.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Biro Sumber Daya Manusia Polri akan memberikan pendampingan psikologis terhadap empat anak mantan Kadiv Propam Polri itu. Komnas Perempuan sebelumnya menyebutkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi memiliki empat anak, tiga di antaranya belum berusia dewasa. Satu anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, yang termuda, berusia 1,5 tahun.

“Nanti dari (Biro) Sumber Daya Manusia tentunya akan memberikan pendampingan psikologis dan lain-lain,” kata Dedi saat dihubungi, 22 Agustus 2022.

Tim khusus yang dibentuk Kapolri telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua atau Brigadir J. Mereka adalah Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi, Bharada Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Kelimanya dikenakan dengan Pasal 340 subsider 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kak Seto minta anak Ferdy Sambo dipisahkan dari kasus orang tuanya

Seto Mulyadi atau Kak Seto meminta agar anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dipisahkan dari kasus yang menimpa kedua orang tuanya.

Hal ini disampaikan Kak Seto ketika mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk bertemu Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Brigjen Andi Rian. Kak Seto menjelaskan pertemuan ini untuk menanyakan seberapa jauh langkah Polri melindungi anak-anak.

“Kami menekankan prinsip bahwa perlindungan anak ini nondiskriminasi. Jadi mohon dipisahkan dari kasus orang tuanya karena anak ini dalam situasi membutuhkan perlindungan,” kata Kak Seto saat ditemui di gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Agustus 2022.

Ia mengatakan LPAI bisa menyiapkan tim psikolog dan tim pendidik apabila diperlukan. Pasalnya, anak-anak bisa saja terpaksa menjalami pendidikan secara informal karena takut perundingan saat bertemu teman-temannya.

“Kemudian kalau butuh tim psikolog kami juga siap. Bukan hanya untuk putra-putri Pak FS, tetapi juga anak-anak lain yang mengalami kondisi ini,” katanya.

Kak Seto mengatakan, pertemuan hari ini juga dihadiri Sekretaris Umum LPAI yang juga Ketua LPAI Bali. Kemudian Wakil Sekjen LPAI yang juga Ketua LPAI Banten, bersama pengurus LPAI dan ketua dari berbagai daerah.

Putri Candrawathi jadi tersangka

Tim khusus kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mengumumkan Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka pada pekan lalu.

Sebelum Putri ditetapkan tersangka, Tim Khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan empat tersangka pembunuhan Brigadir Yosua. Mereka adalah Ferdy Sambo, Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Brigadir Ricky Rizal, dan KM alias Kuwat, sopir dari istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati.

Atas perbuatannya membunuh Brigadir J, Ferdy Sambo diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan hukuman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, dan 20 tahun perjara.

Pasal yang dikenakan kepada Ferdy Sambo sama seperti yang dikenakan terhadap Brigadir Ricky Rizal, ajudan istrinya, Putri Candrawathi. Sementara Bharada E dikenakan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Satu tersangka lainnya yang ikut terjerat kasus pembunuhan Brigadir J ini adalah Kuwat Maruf, sopir Ferdy Sambo.

Baca juga: Kak Seto Temui Ferdy Sambo di Mako Brimob






Hakim Marahi Ricky Rizal karena Dianggap Berbohong: Kamu Tidak Sayang sama Anak-anakmu?

49 menit lalu

Hakim Marahi Ricky Rizal karena Dianggap Berbohong: Kamu Tidak Sayang sama Anak-anakmu?

"Kamu tidak sayang sama anak-anakmu?" tegur hakim."Sayang Yang Mulia," kata Ricky Rizal."Kamu berkorban untuk nutupin ini semua?" tanya lagi hakim.


Cerita Eksekusi Brigadir J versi Ricky Rizal, Mengaku Kaget Kenapa Yosua Ditembak

1 jam lalu

Cerita Eksekusi Brigadir J versi Ricky Rizal, Mengaku Kaget Kenapa Yosua Ditembak

Ricky Rizal melihat Yosua bertanya-tanya ketika disuruh jongkok oleh Ferdy Sambo. Ketika Yosua menolak jongkok, Richard langsung menembaknya


Ricky Rizal Akui Ferdy Sambo Pakai Identitasnya untuk Buka Rekening dan Beli Motor

3 jam lalu

Ricky Rizal Akui Ferdy Sambo Pakai Identitasnya untuk Buka Rekening dan Beli Motor

Ricky Rizal mengaku tidak tahu kenapa Ferdy Sambo menggunakan identitasnya untuk pembelian motor tersebut.


LPSK Surati Jaksa, Kuasa Hukum Berharap Bharada E Terima Keringanan Hukuman Selaku JC

3 jam lalu

LPSK Surati Jaksa, Kuasa Hukum Berharap Bharada E Terima Keringanan Hukuman Selaku JC

Ronny menampilkan surat rekomendasi yang diberikan LPSK soal Bharada E ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan tembusan JPU sebelum sidang


Kuat Ma'ruf Beri Gestur Jari Cinta ala Korea sebelum Sidang Pembunuhan Brigadir J

3 jam lalu

Kuat Ma'ruf Beri Gestur Jari Cinta ala Korea sebelum Sidang Pembunuhan Brigadir J

Kuat Ma'ruf duduk begitu sampai. Tiba-tiba kuasa hukumnya memberi isyarat kepada Kuat agar memberi salam kepada media dan hadirin.


Eksklusif Pemeriksaan Putri Candrawathi: Yosua Mengancam Keluarga Ferdy Sambo

3 jam lalu

Eksklusif Pemeriksaan Putri Candrawathi: Yosua Mengancam Keluarga Ferdy Sambo

Dalam BAP tersebut tertulis Putri Candrawathi menghubungi Ferdy Sambo di malam hari setelah mendapat pelecehan seksual dari Brigadir J.


Kesaksian Putri Candrawathi soal Dugaan Pelecehan di Magelang

6 jam lalu

Kesaksian Putri Candrawathi soal Dugaan Pelecehan di Magelang

Skenario pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi dan laporan terhadap Brigadir J adalah siasat Ferdy Sambo menjadi pembenaran eksekusi pembunuhan


Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi: Yosua Menangis dan Minta Maaf soal Peristiwa di Magelang

6 jam lalu

Eksklusif Pengakuan Putri Candrawathi: Yosua Menangis dan Minta Maaf soal Peristiwa di Magelang

Pada tengah malam Putri Candrawathi menelepon Ferdy Sambo, dan menceritakan peristiwa itu secara tidak rinci dan mengatakan Yosua masuk ke kamarnya.


Eksklusif Pemeriksaan Putri Candrawathi: Pengakuan Persetubuhan Paksa di Magelang

7 jam lalu

Eksklusif Pemeriksaan Putri Candrawathi: Pengakuan Persetubuhan Paksa di Magelang

Putri Candrawathi mengatakan setelah itu Yosua menangis, meminta maaf dan ampun. Ia lalu meminta Yosua dan Ricky turun.


LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

22 jam lalu

LPSK Layangkan Surat Rekomendasi ke Jaksa agar Tuntutan Bharada E Diringankan

LPSK mengirimkan surat rekomendasi kepada Kejaksaan Agung agar penuntut umum menuntut ringan Bharada E atau Richard Eliezer.