Ferdy Sambo Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana dan Hukuman Mati, Begini Pengertiannya

Karier Ferdy sebagai reserse terus melesat. Pada 2010, dia menjabat Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat. Dua tahun berlalu, dia dimutasi jabatan menjadi Kepala Polres Purbalingga selama satu tahun. Setelah itu, Ferdy Sambo menjabat Kepala Polres Brebes. Kemudian Ferdy Sambo ditarik ke Jakarta dan menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2015. dok.TEMPO

TEMPO.CO, JakartaPada 9 Agustus 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan bahwa Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka dilakukan setelah Kapolri melangsungkan gelar perkara. Saat gelar perkara berlangsung, Kapolri dan tim khusus menemukan fakta baru.

Fakta baru tersebut mengungkap bahwa Richard Eliezer alias Bharada E menembak Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atas perintah dari Ferdy Sambo. 

"Tim khusus telah menemukan bahwa kejadian yang sebenarnya adalah penembakan terhadap saudara J sehingga ia meninggal dunia. Penembakan ini dilakukan oleh saudara RE atas perintah dari saudara FS," kata Listyo Sigit.

Sementara itu, tim khusus juga menyatakan bahwa Ferdy Sambo menggunakan senjata milik Brigadir J untuk menembak tembok-tembok sekitar tempat kejadian. Sebab, tindakan ini merupakan upaya untuk merekayasa kejadian seolah-olah peristiwa tersebut merupakan peristiwa tembak-menembak dan Brigadir J pun menembak Bharada E. Dengan begitu, Ferdy Sambo resmi menjadi tersangka. "Tim khusus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka," ujar Listyo.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto juga telah menetapkan hukuman kepada menyebut Ferdy Sambo, yaitu hukuman dengan pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana subsider pasal 338 Juncto pasal 55 dan pasal 56 KUHP.

"Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun atau pidana mati," kata Agus di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Agustus 2022. 

Definisi Pembunuhan Berencana dan Hukuman Mati

Lantas, apa definisi sebenarnya dari pembunuhan berencana dan hukuman mati menurut KUHP yang menjerat Ferdy Sambo?

Tindak pidana pembunuhan berencana diatur dalam pasal 340 KUHP yang berbunyi “Barang siapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, akan diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.” Dalam pasal tersebut juga menjelaskan bahwa tersangka pembunuhan berencana dapat terancam hukuman mati. 

Mengutip dari Jurnal Komisi Yudisial,  tindak pidana pembunuhan berencana terjadi diawali dengan adanya perencanaan terlebih dahulu sebelum pembunuhan dilangsungkan. Dalam pembunuhan berencana, pelaku memikirkan perbuatan yang akan dilakukan dengan tenang karena adanya jarak waktu antara keinginan sampai lahirnya pelaksanaan dari keinginan tersebut. 

Sayangnya, KUHP tidak merumuskan pengertian dan syarat-syarat dari unsur berencana dalam pembunuhan secara rinci. Syarat dari unsur berencana akan selalu dinamis, sesuai dengan perkembangan dan kompleksitas kasus atau perkara tindak pidana pembunuhan berencana. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, menentukan adanya unsur berencana dalam tindak pidana pembunuhan berencana bukanlah hal yang mudah.

Sementara itu, hukuman mati dalam RUU KUHP pasal 67 diatur sebagai pidana yang bersifat khusus dan selalu diancamkan secara alternatif dengan jenis pidana lainnya, yaitu pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun. 

Mengutip Jurnal Negara Hukum, hukuman mati juga dijelaskan dalam pasal 89 RUU KUHP yang menyebutkan bahwa hukuman mati secara alternatif dijatuhkan sebagai upaya terakhir untuk mensejahterakan masyarakat dan dilaksanakan setelah permohonan grasi ditolak presiden. Untuk selanjutnya, pada pasal 91 ayat (1)-(3) dan pasal 92 RUU KUHP menjelaskan tentang syarat berlangsungnya keputusan hukuman mati di Indonesia. 

Fakta baru usai gelar perkara membuat Ferdy Sambo ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Ferdy Sambo layaknya dalang dalam kasus ini. Akibatnya, Ferdy Sambo dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, membuatnya terancam hukuman mati berdasarkan pada syarat-syarat yang terurai dalam RUU KUHP. 

RACHEL FARAHDIBA R 

Baca: Ferdy Sambo Tersangka Dijerat Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP, Begini Bunyinya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Polisi Tahan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Telat, Harusnya dari Awal

6 jam lalu

Polisi Tahan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Telat, Harusnya dari Awal

Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, menilai polisi terlambat dalam menahan Putri Candrawathi.


Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

7 jam lalu

Putri Candrawathi Titipkan Anaknya yang Masih Kecil ke Neneknya

Putri Candrawathi menitipkan anaknya yang paling muda ke neneknya setelah ia ditahan di rumah tahanan Bareskrim Polri mulai hari ini


Putri Candrawathi Menangis saat Mengenakan Baju Tahanan: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

8 jam lalu

Putri Candrawathi Menangis saat Mengenakan Baju Tahanan: Saya Ikhlas Diperlakukan Seperti Ini

Putri Candrawathi sempat menangis saat muncul ke publik menggunakan baju tahanan


Kenakan Baju Tahanan, Putri Candrawathi: Saya Mohon Doanya Bisa Lalui Semuanya

8 jam lalu

Kenakan Baju Tahanan, Putri Candrawathi: Saya Mohon Doanya Bisa Lalui Semuanya

Putri Candrawathi juga menyampaikan pesan kepada anak-anaknya agar terus belajar tekun hingga mencapai cita-citanya.


Ditahan di Bareskrim, Putri Candrawathi Titip Pesan untuk Anak-anaknya

8 jam lalu

Ditahan di Bareskrim, Putri Candrawathi Titip Pesan untuk Anak-anaknya

Dengan terisak, Putri Candrawathi menitipkan pesan untuk anak-anaknya setelah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.


Putri Candrawathi Ditahan, Deolipa Yumara: Bagus Walau Terlambat

9 jam lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Deolipa Yumara: Bagus Walau Terlambat

Polisi menahan Putri Candrawathi untuk mempermudah proses pelimpahan tersangka dan barang bukti atau tahap II kasus pembunuhan Brigadir J


Tidak Profesional Olah TKP di Rumah Ferdy Sambo, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

9 jam lalu

Tidak Profesional Olah TKP di Rumah Ferdy Sambo, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

AKBP Ridwan Soplanit langsung mengajukan banding setelah diberi kena sanksi demosi 8 tahun karena ikut merusak TKP di rumah Ferdy Sambo.


Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

9 jam lalu

Fit and Proper Test Komnas HAM, DPR Singgung Atensi Berbeda di Kasus Brigadir J dan KM 50

Arsul Sani singgung atensi atau perhatian Komnas HAM yang berbeda di beberapa kasus seperti Brigadir J, Lukas Enembe, Wadas dan KM 50.


Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

9 jam lalu

Kapolri Siapkan 1.800 Personel di Papua untuk Bantu KPK Tangkap Lukas Enembe

Kapolri mengatakan penyiapan personel untuk membantu KPK menangkap Lukas Enembe itu adalah upaya Polri mendukung pemberantasan korupsi.


Kapolri Pastikan Putri Candrawathi Bisa Temui Anaknya Meski Ditahan

9 jam lalu

Kapolri Pastikan Putri Candrawathi Bisa Temui Anaknya Meski Ditahan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan Putri Candrawathi tetap bisa menemui anak-anaknya meski sudah ditahan di rutan Bareskrim