Bos Summarecon Agung Segera Disidang di Kasus Suap Eks Walkot Yogya

Reporter

Editor

Febriyan

Tim penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil OTT Wali Kota Yogyakarta periode 2012-2016 dan 2017-2022, Haryadi Suyuti, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Juni 2022. Selain Haryadi Suyuti, KPK juga menahan Sekretaris Pribadi, Triyanto Budi Yuwono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhi Hartana dan pemberi Suap Vice Presiden Real Estate PT Summarecon Agung Tbk, Oon Nusihono. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi telah melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan untuk eks petinggi PT Summarecon Agung Oon Nusihono ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta. Oon merupakan pihak yang memberikan suap terhadap mantan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti.

"Hari ini, Tim Jaksa telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan terdakwa Oon Nusihono," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Kamis, 11 Agustus 2022.

Ali mengatakan dengan penyerahan ini maka penahanan Oon menjadi wewenang Pengadilan Tipikor Yogyakarta.

Tim Jaksa, kata dia, selanjutnya masih menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

KPK juga menyatakan telah memperpanjang masa penahanan terhadap tiga tersangka lainnya. Mereka adalah Haryadi Suyuti, Nurwidhihartana (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Yogyakarta) dan Triyanto Budi Yuwono (asisten pribadi Haryadi). 

Penahanan ketiganya diperpanjang hingga 31 Agustus 2022. Ali menyatakan penyidik masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan alat bukti dalam terhadap tiga tersangka itu. 

"Perpanjangan penahanan sesuai dengan penetapan Ketua Pengadilan Tipikor pada PN Yogyakarta untuk 30 hari ke depan sampai dengan 31 Agustus 2022," kata Ali.

KPK menetapkan Oon Nusihono menjadi tersangka pemberi suap kepada eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Oon yang saat itu menjabat Vice President Real Estate PT Summarecon Agung awalnya mengajukan pendirian apartemen Royal Kedhaton di kawasan Malioboro.

Diketahui wilayah itu merupakan masuk dalam Cagar Budaya ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta. Oon diduga meminta Haryadi untuk melancarkan proses pengajuan tersebut. 

Haryadi Suyuti diduga menerbitkan surat rekomendasi yang mengakomodir permohonan tersangka Oon dengan menyetujui tinggi bangunan melebihi batas aturan maksimal sehingga izin bangunan dapat diterbitkan.

Selama proses penerbitan izin tersebut sejak 2019 sampai 2021, Haryadi Suyuti diduga menerima uang dengan nilai Rp 50 juta. Oon diduga pergi ke Yogya untuk memberikan uang US$ 27.258 kepada Haryadi sebagai imbalan karena mengawal penerbitan IMB untuk Apartemen Royal Kedhaton yang akan dibangun oleh PT Summarecon Agung. Setelah penyerahan uang itu, KPK meringkus Oon, Haryadi dan sejumlah orang dalam operasi tangkap tangan yang digelar awal Juni 2022.






Pukat UGM Duga Kode Hari Ulang Tahun di Kasus Suap Haryadi Suyuti Bukan yang Pertama

28 hari lalu

Pukat UGM Duga Kode Hari Ulang Tahun di Kasus Suap Haryadi Suyuti Bukan yang Pertama

Penggunaan kode hari ulang tahun diduga bukan yang pertama kali dilakukan oleh eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam kasus suap.


Jaksa Ungkap Haryadi Suyuti Pernah Dapat Hadiah Ultah Sepeda Senilai Rp 80 Juta dari Oon

34 hari lalu

Jaksa Ungkap Haryadi Suyuti Pernah Dapat Hadiah Ultah Sepeda Senilai Rp 80 Juta dari Oon

Setelah hadiah ulang tahun berupa sepeda elektrik itu sampai ke rumah Haryadi Suyuti, Dadan membuat surat permohohonan ketinggian apartemen


Geledah Plaza Summarecon di Kasus Haryadi Suyuti, KPK Temukan Dokumen Aliran Duit

48 hari lalu

Geledah Plaza Summarecon di Kasus Haryadi Suyuti, KPK Temukan Dokumen Aliran Duit

Penggeledahan di Plaza Summarecon dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan suap pengurusan perizinan yang menyeret Haryadi Suyuti


KPK Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi

49 hari lalu

KPK Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Haryadi menjadi tersangka penerima suap dari petinggi Summarecon.


Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi dalam Kasus Haryadi Suyuti, KPK: Melanjutkan Upaya Paksa

49 hari lalu

Geledah Lagi Plaza Summarecon Bekasi dalam Kasus Haryadi Suyuti, KPK: Melanjutkan Upaya Paksa

Penggeledahan ini dilakukan dalam penyidikan kasus suap izin pembangunan apartemen yang menjerat bekas Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti.


Kasus Haryadi Suyuti, KPK Geledah Plaza Summarecon

49 hari lalu

Kasus Haryadi Suyuti, KPK Geledah Plaza Summarecon

Menurut Ali, barang bukti dari Plaza Summarecon itu disita, lalu dianalisis untuk melengkapi berkas perkara kasus Haryadi Suyuti.


Laba Bersih Semester I 2022 Summarecon Agung Tumbuh 134,5 Persen

51 hari lalu

Laba Bersih Semester I 2022 Summarecon Agung Tumbuh 134,5 Persen

Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) mencetak kinerja moncer pada semester I/2022.


Kasus Suap eks Wali Kota Yogyakarta, KPK Periksa Direktur Summarecon Agung

59 hari lalu

Kasus Suap eks Wali Kota Yogyakarta, KPK Periksa Direktur Summarecon Agung

KPK terus menyelidiki kasus dugaan tindak pidana suap yang menjerat eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti


Kasus Suap Haryadi Suyuti, KPK Tetapkan 1 Tersangka Baru

22 Juli 2022

Kasus Suap Haryadi Suyuti, KPK Tetapkan 1 Tersangka Baru

KPK menduga Dandan dan Oon juga memberikan sejumlah uang kepada Haryadi Suyuti. KPK melakukan operasi tangkap tangan pada awal Juni 2022.


KPK Duga Haryadi Suyuti Tak Terima Duit Summarecon Sendirian

13 Juli 2022

KPK Duga Haryadi Suyuti Tak Terima Duit Summarecon Sendirian

KPK tengah menelusuri dugaan jika eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti tak menerima duit suap dari Summarecon sendirian.