Demokrat Tak Takut Tergerus Suara Partai Besutan Loyalis Anas Urbaningrum

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Sejumlah Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hadir saat Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu tahun 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa, 2 Agustus 2022. PKN menjadi partai politik kesepuluh pada hari kedua yang mendaftarkan diri untuk calon peserta Pemilu tahun 2024. KPU sendiri mulai membuka pendaftaran partai politik calon peserta Pemilihan Umum Tahun 2024 pada tanggal 1 hingga 14 Agustus 2022. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat mengaku tidak terganggu dengan kehadiran Partai Kebangkitan Nusantara (PKN). Partai yang didirikan oleh para loyalis Anas Urbaningrum-- bekas ketua umum Demokrat yang kini diterungku atas kasus korupsi itu, resmi mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2024 ke KPU pada hari ini, Selasa, 2 Agustus 2022. 

"Kami menghormati dan mengapresiasi Partai PKN yang hari ini telah mendaftarkan diri ke KPU. Kami mendoakan agar bisa lolos verifikasi administrasi dan verifikasi faktual untuk menjadi peserta Pemilu 2024 nanti. Partai Demokrat sama sekali tak merasa terganggu," ujar Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani saat dihubungi Tempo, Selasa, 2 Agustus 2022.

Partai Demokrat juga mengaku tak takut tergerus suaranya dengan kehadiran partai besutan loyalis Anas Urbaningrum itu. "Semua partai memiliki strategi pemenangan tersendiri dan tak menganggap hadirnya partai-partai baru sebagai ancaman. Kami akan berkompetisi secara sehat untuk mendapatkan kepercayaan rakyat, memenangkan hati, pikiran dan pilihan rakyat pada 2024 nanti," ujar Kamhar.

Menurut Kamhar, Partai Demokrat tetap optmis dengan target yang telah ditetapkan, yakni mewujudkan Partai Demokrat rebound dengan perolehan yang melampaui capaian pada 2019 dan 2014 yang lalu. "Target ini cukup realistis dan rasional sebagaiman telah terpotret pada hasil berbagai lembaga survei, elektabilitas Partai Demokrat saat ini telah double digit," tutur dia.

Gede Pasek Suardika selaku Ketua Umum PKN memimpin langsung pendaftaran partai ke KPU hari ini. Pasek merupakan mantan politikus Partai Demokrat di bawah Anas pada 2010. Pasek sempat menjadi Sekretaris Jenderal Partai Hanura usai keluar dari Demokrat. Pada Oktober 2021, ia mundur dari partai tersebut dan mendirikan PKN pada akhir 2021 silam. 

Kata Pasek, partai tersebut berdiri atas restu Anas Urbaningrum. Ia juga selalu berdiskusi dengan Anas ihwal langkah apapun yang akan diambil partai.

"Dari ide, gagasan, menyiapkan langkah, kami selalu berdiskusi dengan Mas Anas," ujar Pasek di kantor KPU, Selasa, 2 Agustus 2022.

Menurut Pasek, partainya sudah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi peserta pemilu. Sebagai partai baru, ia berharap bisa lolos verifikasi administrasi dan faktual. "Jadi kalau itu sudah berhasil, nanti baru kami canangkan langkah lolos parlemen nasional dan parlemen daerah. Jadi kami selalu berpikir bertahap, tidak mau baru bikin partai, besok langsung deklarasi capres a, capres b atau sekian persen kursi, kan enggak rasional," tuturnya.

Baca juga: Menanti Anas Urbaningrum Bebas, PKN: Mau Posisi Apa pun Tak Ada Masalah

DEWI NURITA




Berita Selanjutnya



Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

20 jam lalu

Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

Waketum Golkar membantah anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu tertinggal dari koalisi lainnya karena belum punya Sekber dan Capres.


Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

23 jam lalu

Wacana Penghapusan Jabatan Gubernur Dinilai BIsa Membuka Pintu Amandemen UUD 1945

Wacana penghapusan jabatan gubernur dinilai bisa membuka pintu Amandemen UUD 1945.


Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

1 hari lalu

Soal Pemilu 2024, Rektor Unissula: Generasi Y dan Z Akan Mendominasi

Generasi Y dan gen Z yang semakin sadar politik dan akan mendominasi pemilu 2024, benarkah begitu?


Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

1 hari lalu

Rapim TNI dan Polri Bahas Kesiapan Pengamanan Pemilu 2024

Selain pengamanan Pemilu 2024, juga dibahas terkait dukungan TNI dan Polri terhadap agenda strategis nasional tahun 2023.


NasDem Sebut Partai Ummat Tertarik Gabung Koalisi Perubahan

1 hari lalu

NasDem Sebut Partai Ummat Tertarik Gabung Koalisi Perubahan

Politikus Nasdem itu mengatakan Koalisi Perubahan tidak menutup pintu bagi partai lain yang hendak bergabung, baik parlemen maupun nonparlemen.


Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

1 hari lalu

Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Emka Farah Mumtaz bergabung dengan PSI. Dia menjabat Wakil Ketua DPW PSI DKI.


Wacana Penundaan Pemilu 2024, Ketua Komisi II DPR: Tidak Ada Force Major

1 hari lalu

Wacana Penundaan Pemilu 2024, Ketua Komisi II DPR: Tidak Ada Force Major

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengungkapkan tidak ada force major untuk menunda pelaksanaan pemilu 2024.


Komisi II DPR Ungkap Kekesalan Soal Usul Penghapusan Jabatan Gubernur

2 hari lalu

Komisi II DPR Ungkap Kekesalan Soal Usul Penghapusan Jabatan Gubernur

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengaku kesal dengan usulan penghapusan jabatan gubernur yang muncul mendekati Pemilu 2024. Kenapa?


Ide Penundaan Pemilu Muncul Lagi, Berikut Deretan Faktanya

2 hari lalu

Ide Penundaan Pemilu Muncul Lagi, Berikut Deretan Faktanya

Sejumlah dalih diklaim demi memuluskan usul penundaan pemilu. Salah satunya resesi global.


PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

2 hari lalu

PDIP Sebut Tidak Ada Urgensi untuk Tunda Pemilu 2024

Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menyatakan tidak ada urgensi yang mendesak untuk menunda Pemilu 2024.