Sarjana Menganggur di Indonesia Hampir Sejuta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Berdasarkan data di Departemen Pendidikan Nasional terhitung Agustus 2008 terdapat 961 ribu penganggur terdidik  di Indonesia. Jumlah itu, kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Fasli Jalal, turun dari periode Februari 2008 lalu yang mencapai 1.146 juta orang.

    Jumlah penganggur yang 961 ribu itu, kata Fasli, terbagi dari 598 ribu penganggur sarjana dan 362 ribu penganggur diploma. Jumlah penganggur, kata dia, sangat tergantung pada perkembangan ekonomi, struktur investasi, dan kreativitas perguruan tinggi.

    “Harus ada pendidikan keterampilan yang diajarkan terus menerus kepada mahasiswa,” kata dia saat ditemui di sela Rembuk Nasional Pendidikan 2009, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Departemen Pendidikan Nasional, Depok (24/2).

    Untuk mengatasi jumlah pengangguran terdidik, menurut Fasli,  pemerintah menyediakan dana Rp 108 miliar untuk pendidikan kewirausahaan. “Bukan hanya untuk perguruan tinggi negeri, tapi juga perguruan tinggi swasta, koordinasi perguruan tinggi swasta, dan politeknik,” kata dia.

    Rektor Universitas Gajah Mada Sudjarwadi menyatakan untuk menghindari bertambahnya penganggur terdidik, perguruan tinggi yang dipimpinnya melakukan perbaikan di tingkat kegiatan kokurikuler/kemahasiswaan. Di Wonosobo dan Sleman, ia melanjutkan, mahasiswa bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat memanfaatkan sampah serbuk kayu sengon. “Serbuk dibuat jadi produk bahan bakar dan dikirim ke Eropa,” katanya.

    Rektor Universitas Negeri Jakarta Bedjo Sujanto menyatakan di kampusnya terdapat mata kuliah kewirausahaan, dan ada pula bantuan dasar modal usaha untuk 50 orang mahasiswa per tahunnya yang diberikan atas kerja sama dengan salah satu bank swasta.

    REH ATEMALEM SUSANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.